H&M Tutup 250 Gerai, Mulai Fokus Jualan Online ~ Tuminesia - Media Inspirasi Bisnis Indonesia //-----Scripts Komen Facebook -------
//---------


Baru Terbit

Subscribe Tuminesia dan dapatkan inspirasi terupdate dari e-mailmu. Daftarkan di sini ↓

H&M Tutup 250 Gerai, Mulai Fokus Jualan Online

05 October 2020
H&M Tutup 250 Gerai, Mulai Fokus Jualan Online


#Peristiwa - Perusahaan ritel raksasa, H&M berencana menutup 250 gerai tahun depan. Perusahaan asal Swedia itu berencana meningkatkan investasi digital demi memenuhi pembelian online yang terus meningkat. 


"Kami akan mengambil tindakan cepat dan tegas untuk mengelola dampak virus Corona, termasuk perubahan pada pembelian, investasi, sewa, kepegawaian dan pembiayaan," kata perwakilan perusahaan H&M.


Menurut CEO H&M, Helena Helmersson, pandemi COVID-19 membuat pembeli mereka lebih memilih belanja online daripada toko fisik.


Adapun 250 gerai yang bakal ditutup setara 5 persen dari total gerai perusahaan sebanyak 5.000 gerai di seluruh dunia.


Mereka sempat kesulitan di awal pandemi. Hampir 80% gerai H&M ditutup ketika puncak Covid-19 di seluruh dunia.


Untungnya, memasuki periode Juni-Agustus, kondisi keuangan H&M mulai membaik karena dibukanya sebagian toko secara perlahan.


Pembukaan itu pun diiringi pertumbuhan signifikan dari belanja online. Meski tidak begitu stabil, tapi mereka optimis kondisi akan segera lebih baik lagi.


"Meskipun tantangan masih jauh dari selesai, kami percaya bahwa yang terburuk telah berlalu. Kami berada di posisi keluar dari krisis," imbuhnya.


H&M sendiri memiliki hak kontrak untuk menegosiasikan ulang atau mengakhiri sewa di sekitar seperempat tokonya setiap tahun.


Hal Wajar


H&M Tutup 250 Gerai, Mulai Fokus Jualan Online


Melansir detik.com, Analis Richard Lim dari Retail Economics mengatakan hal yang dilakukan H&M sangat wajar.


Pasalnya, memang secara umum selama beberapa bulan terakhir toko online lebih laku untuk berdagang.


"Itu telah mempengaruhi semua bagian industri, tetapi khususnya pakaian dan alas kaki," kata Richard.


Di sisi lain, rival H&M, yaitu Inditex, telah mengumumkan terlebih dulu penutupan 1.200 gerainya di seluruh dunia.


Perusahaan yang menaungi label Zara itu juga akan meningkatkan penjualan secara online.


"Perusahaan telah memutuskan untuk membuat provisi sebesar 308 juta euro terkait dengan pelaksanaan rencana untuk meningkatkan toko online dan lebih lanjut mengintegrasikannya dengan toko ritel," kata Inditex dalam pernyataannya.


Dari 7.412 toko ritel di seluruh dunia, Inditex berencana untuk mempertahankan 6.900 gerai.


Namun perusahaan asal Spanyol itu akan membuka 450 toko baru yang dilengkapi dengan teknologi penjualan daring.