Baru Terbit

Menulis Buku Career First, Profil Maya Arvini

20 March 2019
Profil Maya Arvini, Biografi Maya Arvini, Kisah Hidup Maya Arvini, Perjalanan Hidup Maya Arvini


Meisari Arvini Hidayati, atau biasa dipanggil Maya Arvini, adalah penulis buku "Career First" dan penerima penghargaan Best ASEAN Sales Representatif (IBM), Award Golden Circle (IBM), Share Fighter Award (Microsoft Indonesia), dan Young Woman Future Business Leader (Majalah SWA).

Ia merupakan peraih beasiswa Exxon Mobile (S-1) dan Putera Sampoerna Foundation (S-2), juga lulusan terbaik Magister Manajemen Universitas Indonesia tahun 2005 (cum laude GPA 3.90). Tidak hanya itu, ia juga lulusan cum laude double degree Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran.

Maya memang berasal dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai guru eksakta. Jadi jika ingin melanjutkan kuliah, ia harus mencari beasiswa.

"Sangat sederhana. Baru mau punya handphone saat masuk S2. Makanya kalau saya melihat ke belakang, naik bus 2,5 jam setiap hari, pulang kuliah jalan kaki, tapi saya tidak mengeluh. Meskipun susah tapi saya bisa berhasil. Sekarang zaman makin canggih harusnya lebih mudah untuk generasi saat ini,” Maya meyakinkan, saat diwawancarai Okezone.

Semasa kuliah, Maya juga aktif di berbagai organisasi Senat Mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa dan Koperasi Mahasiswa.

“Aktif di Kopma itu ibarat bekerja. Sewaktu saya menjabat sebagai direktur utama (sebutan untuk ketua Kopma-Red), saya membawahi sekitar 70 orang. Bahkan, di usia belum 20 tahun saya sudah bisa bikin kompensasi, naikin gaji, dan skill entrepreneurship lainnya," kata Maya.

"Sedangkan skill teknik persidangan, orasi, leadership, terasah di HMI. Orang-orang lain kalau kuliah kongkow-kongkow, karena beasiswa saya pas-pasan, saya justru digaji dengan mengurus Kopma,” lanjutnya.

Karirnya dimulai saat bekerja di perusahaan IT (Information Technology) terbesar di dunia yaitu IBM Indonesia. Saat itu, ia berkarir sebagai Sales di IBM Indonesia.

“Setelah lulus UI saya ancang-ancang kerja dan proses IBM juga rumit. Kalau dulu pengumumannya masih pakai koran. Dua ribu orang ikut seleksi dan yang dipilih cuma delapan orang, salah satunya saya. Jadi prosesnya banyak sekali dan tidak pernah menyangka bakal masuk perusahaan IT karena saya gaptek,” kenang Maya, seraya tersenyum.

Baca Juga: Kunci Sukses Interview Kerja Adalah...

Ia pun keluar dari IBM dan meniti karir di Microsoft Indonesia. Terus berkembang dan menjabat sebagai Business Group Head, di Divisi Marketing & Operations Microsoft Indonesia. Di perusahaan tersebut, Maya mampu mengembangkan skala bisnis yang dikelola menjadi 250%, tumbuh jauh lebih cepat dari para pesaingnya.

“Dari awal yang saya yakini adalah masuk multinational company atau perusahaan Amerika. Saya tidak berminat jadi PNS atau kerja di local company, karena budaya perusahaan Amerika lebih open dan kalau ngomong direct straightforward, serta respectful, lebih cocok sama saya," ujar Maya.

Selama itu, ia meraih penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Antara lain Juara Kompetisi Young Women Future Business Leader dari Majalah Bisnis SWA, Share Fighter Award dari Microsoft Asia Pacific, Best ASEAN Sales Representative dari IBM ASEAN dan IBM Golden Circle Award sebagai penghargaan tertinggi dari IBM International / worldwide untuk karyawan berprestasi.

Penulis buku Career First



Hingga pada tahun 2014, Maya memutuskan untuk berkarir di perusahaan lokal Indonesia. Ia bergabung dengan Grup Gunung Sewu dan menjabat sebagai Associate Director, Market Development & Head of (Strategic Business Unit) Office. Ia bertanggungjawab untuk mengembangkan unit-unit usaha serta mengerjakan beberapa fungsi strategis di perusahaan tersebut.

Seiring dengan berkembangnya dunia startup di Indonesia, tahun 2019, Maya bergabung dengan QLUE sebagai CCO (Chief Commercial Officer) untuk ikut berkontribusi di dunia startup Indonesia.

Meski tampak sibuk dengan karirnya, ia memiliki hobi menulis, membaca, mengajar, berolahraga dan travelling. Maka wajar kalau ia juga aktif sebagai penulis dari buku “Career First”, aktif sebagai Kontributor Kaskus di sub forum profesi, Host Radio untuk Program Women Career, aktif memberikan ceramah dan seminar tentang karir juga soft skills, serta menjadi mentor di komunitas Young On Top dan Putera Sampoerna Foundation.

Baca Juga: Hal-Hal Kecil yang Diperhatikan saat Wawancara Kerja

Setelah beberapa kali menjadi pembicara, ia pun mulai serius dalam bidang coaching dan mentorship. Maya mengikuti program sertifikasi untuk Professional & Executive Coach pada tahun 2017 – 2018.

“Kalau mau sukses, bertemanlah dengan orang sukses. Kalau mau pintar, bertemanlah dengan orang pintar. Kepribadianmu terbentuk dari lima orang terdekatmu. Karena kamu banyak dipengaruhi oleh mereka.”

Kini, selain bekerja, Maya juga menjadi Mentor dan Juri mengenai bidang-bidang Marketing, Public Relation & Public Speaking dalam kontes Abang None Jakarta - Kepulauan Seribu tahun 2016, Jakarta Selatan tahun 2017 dan 2018, dimana Jakarta Kepulauan Seribu dan Jakarta Selatan mendapatkan predikat Juara Umum di tahun 2016 dan 2017 serta meraih gelar None DKI Jakarta selama 3 (tiga) tahun berturut-turut pada tahun 2016-2018.

Foto utama: okezone.com

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!