Baru Terbit

Kunci Sukses Interview Kerja Adalah...

21 March 2019
Jenis-Jenis Wawancara Kerja dan Cara Menghadapinya


Kamu baru lulus dan mulai mencari pekerjaan? Mulai mendapat panggilan wawancara kerja? Sudah tahu belum apa saja jenis-jenis wawancara kerja dan cara menghadapinya?

Kalau belum, pas banget kamu main-main ke Tuminesia kali ini. Kami berhasil merangkum sejumlah jenis wawancara kerja yang perlu kamu ketahui dan cara menjawabnya.

Maya Arvini, penulis buku "Career First", juga akan memberikan sejumlah kunci sukses interview kerja. Baca selengkapnya soal Maya Arvini di sini: Profil Maya Arvini

Apa saja? Berikut ini jenis-jenis interview kerja yang wajib kamu ketahui dan bagaimana cara menjawabnya, seperti dilansir dari MPSSoft Blog dan Duniakaryawan:

1. Wawancara Standar


Wawancara ini sangat umum dipakai berbagai perusahaan. Mungkin, kamu pun sudah tahu seperti apa proses wawancaranya.

Dalam wawancara standar ini, staff Human Resource (HRD), Kepala Divisi, atau utusan dari Kepala Divisi, akan menanyaimu secara langsung dalam satu ruangan. Dialog satu lawan satu akan terjadi pada wawancara standar ini.

Biasanya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan seperti "Mengapa kamu memilih jenis pekerjaan ini?", "Ceritakan lebih jauh tentang dirimu!", atau "Apa yang akan kamu lakukan selama lima tahun ke depan?"

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kamu bisa memakai rumus "Sekarang-Masa Lalu-Masa Depan". Jadi ceritakan posisi kamu sekarang bagaimana, secara rinci dan masuk akal. Lalu, berikan informasi mengenai pengalaman dan keterampilan yang kamu pelajari di masa lalu. Setelah itu, utarakan mengapa kamu tertarik bekerja di perusahaan tersebut dan ceritakan apa mimpimu selama lima tahun ke depan. Hubungkan mimpimu tersebut dengan keputusanmu mengambil pekerjaan tersebut saat ini.

"Paling penting pengalaman kerja sebelumnya, jika masih fresh graduate, ceritakan prestasi semasa kuliah mungkin cumlaud, aktif di organisasi, pernah ketua BEM Senat, dan prestasi lain ada magang, dan sebagainya yang relevan," kata Maya Arvini, penulis buku Career First, dalam wawancara bersama Inspigo.

Terkadang, ada juga pertanyaan "Bagaimana hubungan dengan bos kamu, apa kekurangan dari bos kamu?"

Jika menghadapi pertanyaan seperti ini, pastikan kritikmu terhadap mantan bosmu itu membangun dan jangan memberikan impresi bahwa kamu pindah karena kekurangan bos kamu itu.

Kira-kira jawabannya bisa seperti ini: "Saya mendapatkan banyak ilmu di situ, tapi saya mencari tantangan baru di luar"

2. Wawancara Berkelompok


Wawancara berkelompok adalah wawancara yang dilakukan bersama-sama dengan pelamar lainnya. Pada wawancara jenis ini, kamu harus lebih unggul dibanding pelamar lain dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan tepat.

Biasanya, wawancara kelompok dimulai dengan pengenalan perusahaan terlebih dahulu. Kemudian, pada pengenalan tersebut akan dibuka kesempatan untuk mengajukan pertanyaan bagi para pelamar pekerjaan. Saat itu, buktikan kalau kamu memperhatikan dengan baik dengan pertanyaan yang relevan dan memang perlu dipertanyakan karena tidak ada penjelasannya di internet maupun pada proses pengenalan tersebut.

Jangan pernah menanyakan sesuatu yang bisa kamu cari sendiri infonya. Seperti jam kerja perusahaan, visi misi perusahaan, bergerak di bidang apa, dan sebagainya.

"Jangan sampai tidak dicari informasi soal perusahaan tersebut (sebelum wawancara kerja)," kata Maya Arvini.

3. Wawancara Telepon


Jenis Wawancara Telepon


Wawancara seperti ini biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing yang kantornya berada di luar negeri. Kalaupun lokal, kantornya jauh di luar kota atau bahkan luar pulau. Sehingga tidak memungkinkan melakukan wawancara langsung.

Sebelum menjalani wawancara ini, biasanya kamu akan diberitahu soal estimasi waktu wawancara. Nah, jika pihak perusahaan menelepon pada saat yang tidak tepat, kamu bisa meminta untuk menunda wawancara sampai kamu siap untuk diwawancara.

Terpenting, dalam wawancara ini kamu harus tetap mempersiapkan segala hal yang mungkin dipertanyakan. Siapkan juga mental dan ruangan seperti apa yang akan kamu pakai untuk wawancara.

Kalau bisa, lakukanlah wawancara telepon di ruang yang sepi dan tenang. Dengan suhu udara yang pas, tidak panas dan tidak dingin.

Selain itu, meski wawancara melalui telepon, jangan melakukannya sambil makan atau minum. Suara telepon sangat sensitif, pihak perusahaan akan mengetahui hal tersebut dan mengurangi penilaian mereka terhadapmu karena dianggap tidak sopan.

4. Wawancara Panel


Wawancara ini cukup mirip dengan wawancara kelompok, namun kali ini bukan si pelamar kerja yang berkelompok melainkan si pewawancaralah yang berkelompok. Kamu seorang diri akan ditanyai oleh beberapa pihak dari perusahaan tempat kamu melamar.

Biasanya pihak-pihak yang akan mewawancaraimu adalah HRD, manager, atau bahkan karyawan yang akan menjadi rekan satu kantor kamu.

Wawancara panel bertujuan untuk efisiensi waktu dan topik pertanyaan yang diajukan. Hal itu karena pertanyaan-pertanyaan akan datang dari berbagai pihak, berbagai posisi, sehingga lebih relevan.

Untuk menghadapi jenis wawancara seperti ini anda harus mampu bersikap tenang dan jangan gugup ketika dicecar berbagai pertanyaan dari masing-masing pewawancara. Jadilah dirimu yang sebaik-baiknya dan tetap santai dalam menjawab. Menurut Maya Arvini, latihan adalah kuncinya. Maka, berlatihlah di depan cermin sebelum melakukan wawancara.

5. Wawancara Perilaku


Jenis wawancara ini berfokus pada kebiasaanmu. Biasanya, pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul seperti "Apa kegagalan terbesar yang pernah kamu lakukan?", "Apa keberhasilan terbesar yang pernah kamu lakukan?", "Bagaimana car akamu menyelesaikan tiga tugas yang berbeda?".

Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan untuk memberi gambaran bagaimana kamu menjalani hari. Apakah tekun dan fokus untuk masa depan, atau hanya bermain-main saja.

Untuk dapat menjawab jenis wawancara tersebut anda dapat menggunakan metode STAR(situation, task, action, and result). Misal, kamu sedang menghadapi situasi menyulitkan, lalu ceritakan apa yang kamu lakukan untuk menyelesaikan situasi tersebut, dan pembelajaran apa yang kamu peroleh dari situasi tersebut.


6. Wawancara Makan Siang


Jenis Wawancara Makan Siang dan Cara Menghadapinya


Seperti namanya, wawancara ini jelas dilakukan saat jam makan siang. Pada wawancara ini, kamu akan diajak makan bersama-sama pewawancara sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan "ringan".

Biasanya, tahap ini akan kamu jalani setelah lolos wawancara sebelumnya. Maka jika kamu lolos sampai tahap ini, kamu termasuk ke kandidat yang sangat mungkin diangkat jadi karyawan.

Wawancara seperti ini bisa kamu manfaatkan untuk lebih mengenal perusahaan yang akan jadi tempatmu bekerja nantinya. Selain itu juga soal posisi yang akan kamu isi nantinya secara lebih detil.

Maka, siapkanlah pertanyaan-pertanyaan yang kamu butuhkan sebelum melakukan wawancara jenis ini.

7. Wawancara Presentasi


Dalam wawancara presentasi ini, kamu akan diberi sebuah barang/produk dan diminta untuk menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan produk/barang tersebut. Umumnya, wawancara ini dilakukan untuk posisi sales dan marketing.

Umumnya, waktu yang diberikan untuk presentasi singkat ini adalah 15 menit untuk berpikir dan 15 lagi untuk mempresentasikan hasilnya. Bahkan bisa lebih cepat dari itu.

Untuk menghadapi wawancara jenis ini, kamu harus menyiapkan bahan presentasi yang singkat dan padat. Kalau bisa, tidak lebih dari 10 menit.

Tulis poin-poin penting untuk dipresentasikan nantinya. Cari tahu juga dari berbagai sumber mengenai produk atau barang tersebut. Lalu susunlah urutan presentasimu, mulai dari pembuka, isi, dan penutup. Terpeting dari wawancara ini, kamu bisa menjelaskan solusi dari barang atau produk tersebut.

Itulah jenis-jenis wawancara menurut Tuminesia dan cara menghadapinya. Untuk kamu yang baru lulus, jangan remehkan proses wawancara, karena proses ini sangat krusial.

Ingat, berlatih dan siapkan data-data yang kamu perlukan adalah kunci sukses menghadapi wawancara kerja. "Kunci kesuksesan adalah preparation," kata Maya Arvini.

"Segala sesuatunya itu sebaiknya direncanakan, dan orang yang sukses itu biasanya berawal dari memiliki perencanaan yang baik," lanjut Maya.

Ciri-ciri interview yang baik berdurasi panjang dan kemungkinan bisa keluar konteks "seperti kenal dengan teman lama dan sebaagainya"

Tapi balik lagi itu bukan jawaban pasti kamu diterima atau tidak. Kalau impresinya sudah berjalan baik dengan waktu singkat, sangat mungkin kamu diterima.

Ada sejumlah tips ringan yang juga harus kamu ketahui. Baca di sini: Hal-Hal Kecil yang Diperhatikan saat Wawancara Kerja.

Foto utama: Preview/DanielMcCullough

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!