Anak Desa dari Sulsel Bicara di Forum Dunia - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

22 January 2019

Anak Desa dari Sulsel Bicara di Forum Dunia

Supriadi Agustiawan (19) terkejut bukan main saat terpilih sebagai perwakilan pemuda dari Sulawesi untuk berbicara di International Leader Model United Nations (ILMUN). Pada acara tersebut, ia akan membahas "Distruption China-America" dari segi diplomatik dan ekonomi internasional.

Ia akan berangkat ke Bangkok, Thailand, bertemu dengan 300 delegasi lainnya di seluruh dunia. "International Leaders Model United Nations adalah kesempatan besar bagi saya. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," kata Supriadi seperti dilansir dari detikcom, Selasa (22/1/2019).

Anak Desa dari Sulsel Bicara di Forum Dunia, Supriadi
Supriadi (foto: kabar.news)

Menurut Supriadi, anak muda yang punya ide-ide kreatif harus disuarakan. Hal ini karena sudah banyak sekali yang membutuhkan ide-ide tersebut, baik dalam skala besar maupun kecil.

"Mereka selalu membutuhkan ide-ide kreatif untuk membangun kualitas daerah masing-masing," lanjutnya.

Sebelumnya Supriadi terpilih karena mengirimkan esai berjudul 'Platform to Handling Local Humanity Issue' kepada pihak panitia. Esai itu berisi soal penanaman nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan kepada pelajar SMA yang ada di Maros.

Mungkin kamu suka: Mahasiswa dan Freelancer, Apakah Bisa?  

Padahal, ia masih semester satu di Fakultas Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar. "Semoga dapat membawa harum nama Indonesia dalam konferensi tersebut dengan menjadi salah satu penerima award kegiatan itu nantinya," ungkap dia.

Adapun tema yang akan Supriadi bicarakan ialah soal sejarah panjang konflik perdagangan China dan AS. Menurut Supriadi, tema ini akan merujuk pada efek perang dagang China dan AS terhadap Thailand.

Suprbiadi Agustiawan, Anak Desa dari Sulsel Bicara di Forum Dunia
Supriadi (foto: Detik)

"Jadi kita tidak bisa membicarakan negara kita tapi kita diminta untuk berbicara tentang negara lain terhadap tema besar itu," ungkapnya.

Namun di sisi lain, remaja asal Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulsel ini hampir tidak jadi berangkat karena kekurangan ongkos. Padahal, saat itu waktunya sudah sangat sempit.

Ia pun berinisiatif membuka donasi bantuan untuk keberangkatannya. "Iya terkendala biaya untuk tiket perjalanan ke sana. Sisanya sudah ada pihak yang bantu saya," ungkap dia.

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!