51 Selebgram Bakal Kena Pajak - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

17 January 2019

51 Selebgram Bakal Kena Pajak

Sekian lama tanpa pengenaan pajak, para selebgram (selebriti Instagram), youtuber, vlogger, dan blogger melenggang bebas mencari napas. Namun napas mereka akan sedikit tersendat sebentar lagi. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan menagih pajak dari setiap pemasukan mereka.

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignasius Untung mengatakan, tercatat kurang lebih 51 selebgram yang terpantau wajib membayar pajak. Pasalnya, mereka memang menggunakan platform e-commerce dalam meningkatkan jumlah pengunjung.

Pajak selebgram, youtuber, blogger, vlogger. Pemerintah kenakan pajak untuk e-commerce
Ilustrasi (foto: labana.id)


"Persaingan dalam platform dengan di IG dan FB. idEA sampaikan 95% katanya masih di sana jadi bagaimana untuk attract atau menarik mereka untuk masuk ke dalam platform," ujar Ignatius, seperti dilansir Tuminesia.com dari Sindo, Rabu (16/1/2019).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta para pebisnis platform tidak perlu khawatir harus menyerahkan NPWP maupun NIK. Hal itu karena mereka adalah pelaku baru yang pasti pendapatannya di bawah Rp54 juta.

"Kalau dimarjinkan dalam bentuk omzetnya mereka yang di bawah Rp300 juta itu adalah merek yang masih di bawah BPKP dari jumlah bersih pendapatan mereka. Sehingga kami tidak akan membebani nanti akan dibuat dalam perdirjen oleh dirjen pajak," pungkasnya.

Baca Juga: Hanya 24 Jam Influencer ini Cetak Rp56 Miliar

Untuk diketahui, menurut data Statista, jumlah pengguna Instagram di Indonesia hingga Oktober tahun lalu mencapai 59 juta. Indonesia berada di urutan ke empat pengguna Instagram terbanyak setelah Brasil (64 juta), India (71 juta), dan Amerika Serikat (121 juta).

Adapun pengguna YouTube di Indonesia pada semester I/2018 mencapai 50 juta. Jumlah tersebut kemungkinan terus naik seiring bertambahnya jumlah pengguna internet yang hingga pada akhir tahun lalu mencapai lebih dari 143 juta.

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!