Baru Terbit

Teori 'Receh' Soal Korelasi Porsi Makan dan Usia

23 December 2018
"Untuk bapak, banyakin nasinya," begitu kata mamah, saat saya menyendokan nasi ke piring untuk makan keluarga. Sangat kontras dengan porsi nasi saya yang sedikit, dengan alasan karena saya masih kecil, 12 tahun saat itu.

Saya pun mendapat kesimpulan, kalau semakin tua maka semakin banyak makan. Pengetahuan itu sudah ada sejak dulu, dan dipertahankan sampai sekarang.

Hingga suatu saat, istri abang saya berkata, "Nanti kamu juga bakal buncit dan berbadan besar kalau sudah usia 30-an, seperti abangmu". Saya tidak langsung percaya karena badan saya masih kurus sampai sekarang. Kalaupun menggemuk, tidak terlalu parah seperti abang saya. Hm..

Selain itu, saya juga melihat Deddy Corbuzier yang bisa berbadan bagus meski usianya sudah 40-an. Saya pikir semakin tua semakin buncit (bahkan obesitas) badannya adalah teori yang salah. Semua pasti ada penyebabnya, tidak bisa disimpulkan dari apa yang terlihat saja, melainkan diperhitungkan sedetil-detilnya. Jangan sampai teori receh ini bertahan turun temurun lagi.

Teori Salah Soal Porsi Makan dan Usia

Tips Hidup Sehat, Makan Sehat, Usia Sehat, Jajanan Sehat, Youvit Multivitamin



Pada Rabu (19/12/2018) lalu, saya menemui Rachel Olsen, ahli gizi dari produk multivitamin Youvit. Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan kalau anggapan semakin tua semakin besar porsi makannya adalah salah.

Justru, semakin tua, porsi makannya harus semakin sedikit.

Mengapa?

Hal itu karena kebutuhan kalori manusia akan berkurang per 10 tahun usianya. "Total pengurangannya mencapai 150 kalori," kata Rachel, dalam acara Foodventure dari Youvit bareng Blogger dan Media.

Baca Juga:
- Takut Tua? Makanlah Jeruk
- Nikmat Kopi dan Secangkir Pesan Emansipasi


Jadi, jika usiamu sekarang 20 tahun, maka 10 tahun lagi kebutuhan kalorimu sudah berkurang 150 kalori. Oleh karena itu, kurangilah porsi makananmu sehingga cukup dengan kebutuhan kalori usia 30 tahun.

Selain teori keliru soal porsi makan dan usia, saya juga mendapatkan sejumlah pencerahan dari Rachel Olsen. Ia memberitahu bahwa makanan yang saya konsumsi tidak menjamin pemenuhan kebutuhan vitamin.

Perlu pola hidup sehat yang konsisten dan sejumlah asupan yang bisa membantu terpenuhinya kebutuhan vitamin dalam tubuh.


Tips Hidup Sehat


Sebetulnya, menjadi sehat itu semudah menjadi tidak sehat. Kalau biasa kita merokok satu batang per hari, bisa diganti dengan makan satu buah per hari. Seperti itu saja, simple.

Tips Hidup Sehat, Makan Sehat, Usia Sehat, Jajanan Sehat, Youvit Multivitamin
Saya bersama Rahcel (kiri baju putih) dan rekan-rekan Blogger Jakarta, saat makan salah satu jajanan sehat Jakarta, Gado-Gado, dalam acara Foodventure Youvit bersama Media dan Blogger Rabu (19/12/2018).

Namun, Rachel memberitahu tips hidup sehat yang lebih detil. Apa saja?

1. Olahraga

Lakukan rutin, minimal seminggu sekali. Hal ini bisa mengurangi penumpukan lemak di tubuhmu sehingga asupan kalori bisa lebih maksimal terserap. "Tubuh tidak terlalu butuh lemak untuk sehat, melainkan asupan kalori yang cukup dan vitamin yang cukup," kata Rachel.

2. Makan 5 Buah Per Hari

Setidaknya, makan 5 buah per hari. Seperti yang saya tulis di atas, kamu bisa mengganti 5 batang rokok dengan 5 buah favorit setiap hari. Semudah itu.

3. Jaga Porsi Makan

Kurangi jika beratmu sudah berlebih, cukupkan jika berat badanmu sudah normal. Jangan mengambil lauk terlalu banyak, nasi terlalu banyak, meski badanmu cukup besar.

Untuk diketahui, kebutuhan kalori pada perempuan yaitu 1500 - 2000 per hari, sedangkan untuk pria yaitu 2500 - 3000 per hari.

4. Kunyah Makanan Lebih Lama

Hal ini dapat merangsang enzim dalam mulut keluar dan membuat makananmu lebih sehat.

5. Tidur Minimal 7 Jam per Hari

Jangan lagi begadang jika kamu ingin sehat. Tidurlah 7 jam agar tubuhmu dapat beristirahat dengan optimal, sehingga tidak mudah sakit.

6. Konsumsi Multivitamin

Seperti yang saya bahas sebelumnya, kalau asupan yang kita konsumsi belum tentu memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh. Kecuali kamu terus makan sehat dengan porsi yang pas, sampai buah-buahnya, minumannya, sampai camilannya. Rumit bukan?

Nah, maka Rachel menyarankan kita untuk mengonsumsi Youvit, multivitamin kunyah pertama di Indonesia. Mengapa Youvit?

Jawabannya mudah, karena Youvit tidak menjanjikan multivitamin yang besarnya berlebih sampai 1000 ml. Melainkan, Youvit memberi porsi yang pas yaitu 50% dari kebutuhan vitamin dalam tubuh.

Supaya Apa?

Supaya kita bisa memenuhi kebutuhan vitamin lainnya dari makanan yang kita konsumsi. Dengan begitu, kamu tidak kelebihan vitamin, yang bisa membahayakan tubuh. Kalian bisa cari di Google, mengapa kelebihan vitamin itu membahayakan.

Oleh karena itu, Rachel menyarankan saya untuk mengonsumsi satu Youvit setiap hari. Bukan dua atau tiga, melainkan hanya satu. Hal ini jelas untuk memberi asupan multivitamin yang cukup bagi tubuh.

Saya pun diajak mencicipi Youvit dengan rasa mix beri. Setelah saya coba, rasanya mirip permen gula yang mudah dikunyah seharga Rp150 rupiah. Ya, yang merk-nya Y*pi itu... Mirip seperti itu rasanya. Bedanya, ini multivitamin, sehingga sehat bagi tubuh.

Itu dia sedikit pembahasan panjang lebar saya soal teori salah soal korelasi porsi makan dan usia juga cara hidup sehat yang terbaik dan mudah untuk dijalani. Jangan lagi kamu bermain-main dengan teori kesehatan, selidiki lebih dulu, jangan asal percaya hanya karena itu tradisi turun temurun. Hahaha.

Semoga artikel ini mencerdaskan, dan jangan lupa 1 gummy setiap hari dari Youvit terntunya. Hidup sehat itu mudah, jangan dianggap susah.

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!