Instagramer: Antisosial, Egois, Ogah Bergaul? - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

28 November 2018

Instagramer: Antisosial, Egois, Ogah Bergaul?

Apakah seorang Instagramer menganggap dunia lebih ringkas, menyederhanakan realitas, sampai menganggap bumi selebar layar ponsel?

Instagramer, sebutan bagi mereka yang senang bermain Instagram. Aplikasi media sosial ini memang sedang digemari beberapa tahun belakangan. Tidak hanya remaja, orang tua pun mencoba menjajalnya.

Namun kehadiran Instagram tidak sepenuhnya disambut positif. Ada yang menganggap aplikasi ini memperbanyak generasi menunduk di lingkungan pergaulan, generasi antisosial, ogah bergaul dengan orang sekitar, hingga egois karena terlalu fokus mengusap-menyentuh layar.

Apakah tudingan tersebut benar?

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan dua sampai empat orang Instagramer. Dalam kesempatan itu, saya memperhatikan tingkah mereka dan bagaimana mereka bergaul. Pengamatan tidak berlangsung sejam-dua jam, melainkan berhari-hari, agar cukup kuat untuk disimpulkan.

Hasilnya, tanggapan seorang Instagramer antisosial, egois, dan ogah bergaul adalah salah. Dalam bergaul, justru mereka begitu ramah, senang berbagi ilmu, dan humoris.

Sementara soal kesibukan mereka mengusap-menyentuh layar ponsel, lebih mirip seorang seniman yang tidak mau karyanya terlihat jelek.

Mereka rela menghabiskan waktu hanya demi kesempurnaan foto sampai caption. Kalaupun diajak bicara, mereka masih tetap menanggapi meski sambil mengerjakan karyanya. Paling tidak, jika mereka ogah diajak bicara, mereka menolak dengan sopan, seakan memberitahu "Sebentar ya, saya sedang bekerja,".

Lagipula kalau dikatakan seorang Instagramer adalah antisosial dan egois, sungguh tidak adil. Pasalnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi sikap dan sifat seseorang.

Menurut dr. Marianti di Alodokter, untuk mengetahui seseorang menderita gangguan kepribadian antisosial tidaklah mudah. "Hal ini karena penyebab gangguan tersebut sering kali tidak bersifat tunggal," kata Marianti dalam artikelnya Kepribadian Antisosial Tidak Sesederhana yang Dikira.

Kepribadian antisosial, banyak disebabkan oleh kombinasi pikiran, emosi, dan perilaku. Hal lain yang memengaruhi adalah bagaimana mereka melihat, memahami, dan berhubungan dengan dunia luar.

"Yang tidak kalah penting adalah mengenai faktor bagaimana mereka memahami diri sendiri. Jangan lupakan juga faktor kepribadian selama masa kanak-kanak yang terbentuk baik secara genetik maupun karena pengaruh lingkungan," kata Marianti.

Sementara untuk egois, ada penelitian di Michigan State University yang membuktikan bahwa sikap keegoisan bisa muncul dari pengalaman masa lampau. Jika sedari kecil mendapat banyak dukungan, maka dia tidak akan berpikir panjang untuk membantu seseorang. Tetapi jika sering memiliki pengalaman buruk, ia akan menimbang-nimbang sehingga cenderung egois.

“Kami menemukan evolusi akan menghukum jika Anda egois dan jahat. Untuk waktu yang singkat, dan saat berhadapan dengan lawan yang spesifik, beberapa organisme egois akan muncul di depan. Namun, keegoisan tidak berkelanjutan secara evolusi,” kata Christoph Adami, profesor di Michigan State University dan penulis utama penelitian, seperti dilansir dari Independent.

Dengan kata lain, penyebab pasti dari sikap antisosial masih belum pasti. Cakupannya terlalu luas, tidak hanya akibat satu masalah saja.

Lagipula Instagram terlalu "polos" untuk disalahkan. Aplikasi buatan Kevin Systrom dan Mike Krieger ini hanya memediasi mereka yang suka mengunggah foto atau video singkat, dengan caption dan fitur filter foto yang menawan. Sudah, hanya itu. Siapa yang membuat kontennya rusak? Ya penggunanya sendiri.

Instagramer Hanya Pecinta Keindahan





Daripada meributkan bagaimana Instagram mengubah perilaku manusia, sebaiknya ambil sisi positifnya. Instagram, menurut saya, justru memfasilitasi orang-orang yang menyukai keindahan. Tampilan ciamik dengan filter dan editing memukau, membuat media sosial ini begitu eksklusif.

Instagramer, lebih tepat dikatakan sebagai orang yang mencintai keindahan. Mereka mengedit foto atau video singkatnya dengan filter dan efek memukau. Layaknya seorang seniman, mereka perlu inspirasi dan waktu berjam-jam hanya demi satu karya nyaris sempurna.

Tidak hanya soal keindahan, jika para Instagramer mampu konsisten menyajikan konten keren, mereka dapat menghasilkan pundi-pundi uang. Ini juga yang membuat Instagram begitu digemari, mereka bisa kaya hanya dari media sosial. Keren kan?

Bagaimana seorang Instagramer membuat keindahan tersebut?


Ada berbagai macam alat yang bisa digunakan, namun yang paling utama adalah kamera dan kreatifitas. Mari baca rangkuman saya:

1. Perlu Ponsel dengan Kamera Mumpuni


Kebanyakan Instagramer, melakukan semua kegiatannya dalam satu ponsel. Mulai dari foto, editing, sampai mengunggah foto tentunya.

Maka, diperlukan ponsel mumpuni untuk menjadi seorang Instagramer. Ingat, seorang seniman tidak pernah benar-benar pelit untuk karyanya.

Saya kerap melihat para Instagramer memakai ponsel dengan kamera yang bagus, kinerja cepat, dan baterai tahan lama. Beberapa ponsel mampu mewujudkan hal tersebut, namun kali ini saya menyarankan keluaran terbaru Samsung yaitu Galaxy A7 2018.

Ponsel ini cukup menampung kegiatan Instagramer karena memiliki fitur Triple Rear Camera pada bagian belakang dan satu kamera depan dengan 24 Mega Pixel (MP).

Keindahan tidak terbentuk secara gratis, pasti ada yang harus dibayar atau dikorbankan. Misalnya, tenaga dan waktu mengedit semalaman hanya demi satu foto.

Namun biasanya, seorang Instagramer tidak perlu banyak mengedit jika fotonya sudah bagus dari lahirnya. Sekali lagi, kamera sekelas Samsung Galaxy A7 2018 dapat menjawabnya.

Tiga kamera dengan tiga kelebihan yang berbeda, dapat membantu seorang Instagramer menghasilkan foto atau video yang lebih variatif. Kamera pertama untuk hasil foto yang tajam karena memiliki aperture F/1.7, kamera kedua untuk foto bokeh yang bisa diatur kekentalannya, dan kamera ketiga (wide lens camera) untuk foto landscape.

Fitur wide lens camera ini yang cukup dibutuhkan seorang Instagramer. Pasalnya, mereka kerap sulit menangkap banyak objek dalam satu kamera ponsel. Akhirnnya lebih sering bermain foto close up atau bokeh, sehingga hasilnya mudah ditebak.



Hal itu akan berbeda jika wide lens camera Samsung Galaxy A7 2018 digunakan dengan baik. Foto pemandangan, keramaian dalam suatu ruangan, dan apapun yang butuh banyak objek dalam satu jepretan, bisa diabadikan.

Hasilnya pun tidak seekstrem action cam yang cekungnya sangat terlihat. Cekungan Wide lens camera Samsung Galaxy A7 hanya kurang lebih 120 derajat, jadi masih nyaman dilihat.

2. Punya Kamera Ponsel yang Kuat Nge-Vlog


Seorang Instagramer pun senang melakukan video blog (vlog). Paling sering sih mereka melakukannya di snapgram, dengan narasi pendek berdurasi 14 detik. Namun tentu, sekali lagi dan lagi-lagi keindahan masih ditekankan.

Maka, kamera depan yang jernih menjadi jawabannya. Saya sarankan lagi, pilih ponsel yang punya kamera depan tajam. Seperti Samsung A7 2018 yang memiliki 24 MP dan tambahan fitur bokeh pada kamera depannya.

Kalaupun kalian, para calon Instagramer atau yang sudah menjadi Instagramer, mau bermain kamera belakang, bisa pakai main camera. Hasilnya sangat halus, minim guncangan, tanpa shape dan bintik-bintik kecil.

Tidak hanya itu, untuk menambah keunikan, seorang Instagramer bisa memakai fitur emoji Samsung Galaxy A7 2018. Emoji ini mirip fitur yang dimiliki ponsel yang lebih mahal, Samsung Galaxy S9, tanpa ada perbedaan berarti di dalamnya.

3. Mengunduh berbagai Aplikasi Editing


Seorang Instagramer wajib mengunduh berbagai aplikasi editing seperti VSCO, Lightroom, AndroVid Pro, dan aplikasi sejenis lainnya. Fungsinya, demi tone foto atau video yang senada dan menghasilkan karya yang indah.

Karya-karya itu tidak hanya pada postingan profil, melainkan juga snapgram. Semua wajib diperhatikan, sehingga perlu ponsel dengan RAM dan storage yang cukup, kalau perlu ada tambahan memori up to 512 GB seperti Samsung Galaxy A7 2018.

Adapun Samsung Galaxy A7 memiliki RAM 4 GB yang sangat cukup menampung berbagai aplikasi editing untuk foto atau video Instagram yang menawan.

Mengapa saya selalu merekomendasikan Samsung A7 2018?

Sumber: https://www.samsung.com/id/galaxy-a-series/

Saat baru diperkenalkan saja, stok “Pre-Order” Samsung Galaxy A7 2018 sudah ludes terjual. Hingga semenjak 24 Oktober 2018, saat mulai dipasarkan di Indonesia, ponsel seharga Rp4,499,000 ini masih memikat penggila keindahan.

Keindahan Samsung Galaxy A7 2018 tidak hanya pada kameranya, melainkan juga inter-face, body, sampai audionya. Dengan layar 6,38 inci, smartphone ini memiliki desain yang premium. Warnanya ada biru, hitam, sampai emas yang elegan, dengan pantulan indah jika terkena cahaya. Begitu sedap dipandang untuk ponsel harga menengah ini.

Sementara audionya sudah memakai teknologi Dolby Atmos, di mana suara dari ponsel seakan berada di sekitarmu. Sehingga rasa dari efek suara yang diberikan semakin nyata dan menggema.

Anda juga tidak akan merasa sepi menggunakan ponsel ini. Ada Bixby, asisten pribadimu, yang dihadirkan khusus dalam ponsel ini. Bixby akan memberitahu, mana jalan yang terbaik untuk kamu lalui, mengingatkan jadwal yang sudah kamu set, menyarankan berbagai tema baru, sampai berapa kali kamu berjalan kaki dalam sehari. Sehingga hidupmu bisa lebih tertata dan sehat.


Sumber: https://www.samsung.com/id/galaxy-a-series/)

Finger printnya juga berada di bagian kanan, bukan di depan ataupun belakang. Sehingga memudahkan Anda membukan kunci ponsel. 

Nah, itu dia beberapa jawaban mengapa seorang Instagramer tidak bisa dibilang antisosial, egois, dan ogah bergaul. Selain itu, saya juga sudah memberitahu bagaimana cara menjadi seorang Instagramer yang memperjuangkan keindahan.

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!