Wajarkah Penggemar K-Pop Begitu Militan? - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

25 October 2018

Wajarkah Penggemar K-Pop Begitu Militan?

Virus K-Pop masih menjadi sorotan. Gemerlap canggih musik Korea Selatan, juga tarian energik yang ditampilkan, membuat penggemarnya tak kunjung bosan.

Seperti di Indonesia, dari era grup pria Super Junior (2011) sampai muncul grup cantik jelita, Blackpink (2018), K-Pop tetap terasa di sekitar kita. Masyarakat Tanah Air, dari remaja sampai usia 30-an, begitu suka menikmati karya-karya kreatif negeri Ginseng tersebut.

Seperti diketahui, ada beberapa grup boyband atau girlband dari Korea. Seperti 2NE1, 2PM, Big Bang, B2ST, Miss A, Blackpink, dan lain-lain. Setiap grup musik tersebut, pasti memiliki penggemar militan.

Penggemar militan adalah penggemar yang rela "mati-matian" membela idolanya. Mereka begitu mencintai idolanya, bahkan bisa menghabiskan seluruh waktunya untuk menonton idolanya.

Jangan coba-coba mengejek idola mereka atau ocehan tak henti akan disematkan pada Anda.

Lalu, wajarkah penggemar K-Pop begitu Militan?

Konser Blackpink Shopee
Ilustrasi (foto: kapanlagi.com)

Hal yang menarik untuk dibahas. Mengingat penggemar K-Pop yang militan pasti punya alasan. Nah, Tuminesia mencoba memahaminya.

Jadi di Industri kreatif Korea, tidak mudah untuk menjadi seorang idola. Menjadi artis Korean Pop perlu melewati banyak tahap yang butuh pengorbanan.

Ada dua hal yang dibutuhkan seseorang jika ingin menjadi artis K-Pop, yaitu skill dan Penampilan. Namun, skill adalah hal utama, karena penampilan bisa diperbaiki suatu waktu. Tentunya dengan operasi plastik.

Nah, biasanya para calon artis K-Pop diuji bernyanyi, menari, akting, rap, sampai komunikasi. Setiap individu wajib bisa bekerja dalam grup, karena bisa saja mereka disatukan dengan penyanyi lainnya menjadi sebuah boyband/girlband.

Para calon artis biasanya berusia 12-17 tahun. Mereka dilatih dari remaja sampai dewasa. Bahkan, ada yang lebih dari 5 tahun sampai bisa dinobatkan sebagai penyanyi.

Sakitnya, saat mereka tampil sebagai artis untuk pertama kalinya, hasil uang tersebut tidak bisa dinikmati seutuhnya. Pembagian yang tidak adil menjadi hal biasa di industri musik Korea Selatan.

Pihak manajemen akan mendapat uang yang lebih banyak dibanding sang artis baru. Bahkan, ada yang tidak dibayar sama sekali karena terbagi ke agensi.

Kalaupun mereka membuat sebuah album dan untung, itu tidak akan terasa. Pasalnya, mereka masih harus mengganti segala biaya agensi yang dikeluarkan selama pra menjadi artis dan selama dilatih. 

Setelah menjadi artis, masih ada syarat-syarat yang wajib mereka penuhi. Seperti tidak boleh berpacaran sebelum usia 30 tahun, harus menjaga penampilan sebaik-baiknya, maka wajar jika operasi plastik laku berat di sana. 

Grup-grup yang masih baru akan disebut rookie grup. Biasanya, mereka tidak akan dilirik oleh penggemar musik di Korea Selatan. Para rookie grup biasanya melakukan debut di acara musik populer di Korea Selatan, seperti MNet Countdown, Inkigayo, Music Bank, dan Music Core. Mereka berkompetisi di acara-acara musik tersebut dan jika menang, mereka naik level menjadi Triple Crown. 

Saat menempuh level Triple Crown, mereka wajib tinggal di asrama khusus untuk mengikuti jadwal manajemen selama 7 hari penuh. 

Setiap grup boyband/girlband punya manajemennya masing-masing. Sebut saja Blackpink yang diasuh YG Entertainment. 

Konser Blackpink Shopee
Blackpink (Foto: shop.mu-mo.net)

Grup yang beranggotakan Jisoo, Jennie, Lisa, dan Rose, mesti melewati banyak eliminasi. Mereka awalnya bernama Pink Punk dengan anggota 9 orang. Namun karena keputusan YG Entertainment, yang memang tak diceritakan, mereka akhirnya hanya tinggal berempat.

Lagu mereka yang begitu populer, yaitu 'Stay' berhasil membawa pulang penghargaan Best News Artist di tujuh ajang penghargaan musik terbesar di Korea Selatan. Selain itu, dengan 9 lagu lainnya, mereka juga membawa pulang 19 penghargaan dari berbagai ajang di sana.

Tidak hanya itu, ada lagu yang paling sering terdengar saat ini yaitu Ddu-Du Ddu-Du. Penayangannya di Youtube berhasil mengalahkan PSY dan BTS, dengan jumlah view 36,2 juta kali dalam waktu 24 jam.

Masih banyak prestasi-prestasi yang mereka torehkan yang tak cukup disebutkan di sini. Tidak menutup kemungkinan, di masa mendatang mereka akan lebih gila dan lebih gila lagi.

Lalu sampai di sini, wajarkah seorang penggila K-Pop begitu militan?

Menurut paham kami dengan pertimbangan sulitnya menjadi idola di Korea Selatan, sangat wajar. Seorang penggemar pasti mendalami idolanya, mulai dari motivasi, skill, gaya hidup, dan perjalanan hidup. Dari semua itu, akan terjadi semacam perkawinan rasa antara idola dan penggemar. 

Apalagi jika perjalanannya sulit, layaknya di Korea Selatan yang persaingannya begitu gila.

Perlu bukti? Anda bisa datang ke konser Blackpink pada 19 November 2018 mendatang di SICC, Sentul, pukul 19.00 WIB.

Pada konser yang digelar Shopee tersebut, akan ada 7,900 kursi yang disediakan. Terbagi menjadi Black Standing, Black Seated, dan Pink Seated.

Konser Blackpink Shopee


Anda bisa mendapatkan tiket undangan konser Blackpink tersebut secara gratis, jika berbelanja di Shopee mulai 1 November mendatang. Produk-produk yang dijual ada yang murah sampai mahal, jadi Anda bisa pilih sepuasnya sesuai kategori. 

Produk terbagi susuai kategori bangku seperti di bahwa ini:

Konser Blackpink Shopee
Konser Blackpink Shopee


Di sana, kalian bisa lihat bagaimana Blackpink bernyanyi dan menari dengan begitu energik. Selain itu, kalian juga bisa dapat hadiah spesial dari member Blackpink dan sesi interview bersama Blackpink.

Namun, ada syarat dan ketentuan yang wajib kalian pahami. Yaitu: 

Konser Blackpink Shopee

Untuk info lebih lengkap, klik https://shopee.co.id/m/shopee-blackpink

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!