Jangan Pura-Pura Diam Soal Lemahnya Kurs Rupiah - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

05 September 2018

Jangan Pura-Pura Diam Soal Lemahnya Kurs Rupiah

Nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dolar semakin melemah sejak Jumat (31/08/2018) lalu. Sebelumnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp14.734 per USD, namun pada Kamis (30/08/2018) naik sebesar Rp14.800 per USD.

Menanggapi masalah ini, pemerintah akan terus memantau gejolak yang terjadi di Amerika. Sementara dalam waktu dekat, pemerintah akan mengurangi impor khususnya untuk komoditas konsumtif yang minim nilai tambah.

Pura-Pura Diam Soal Lemahnya Kurs Rupiah
Ilustrasi Bungkam (foto: favim.com)
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, mengatakan, saat ini stabilitas harga dalam negeri masih cukup baik.

"Kita melihat dari pergerakan global, tentunya akan kita waspadai dinamikanya yang berasal dari sentimen Amerika. Hal ini juga di kombinasikan yang ada di negara sekitarnya,” ucapnya.

Dalam sesi penutupan perdagangan Indonesia, Rupiah terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurut data Bloomberg, Rupiah menembus level angka Rp14, 821,500,-.

Sri Mulyani memastikan, tetap berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mengendalikan pelemahan rupiah tersebut. Pemerintah juga akan meneliti kebutuhan-kebutuhan impor yang berlangsung saat ini.

“Dalam hal ini kami akan lebih selektif untuk siapa saja yang membutuhkan bahan baku ataupun bahan modal, apakah mereka betul-betul strategis, untuk menunjang kegiatan perekonomian di dalam negeri,” tuturnya.

Pihak Swasta juga Wajib Waspada


Melemahnya Kurs Rupiah


Ia pun meminta pihak swasta turut meningkatkan kewaspadaan terkait melemahnya kurs rupiah ini. Hal ini karena bisa berpengaruh terhadap nilai neraca. Sri menyarankan, buatlah kebijakan-kebijakan baru demi mengatasi masalah tersebut.

Terkait hal ini, sebelumnya Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga dengan total 125 basis poin, sejak Mei 2018 kemarin. Dalam perkara ini, juga BI melakukan intervensi untuk menopang mata uang rupiah.

Sampai saat ini Bank Indonesia (BI) masih terus berusaha menurunkan kurs Dollar Amerika agar bisa meringankan perusahaan, terutama manufaktur yang membutuhkan bahan baku impor dengan harga tinggi. Hal ini didukung pula dengan kebijakan BI yang up to down. BI pun tetap menjaga stabilitas valas dan tetap menaikan suku bunga.

Adapun penyebab lemahnya kurs rupiah disebabkan beberapa hal. Salah satunya masyarakat Indonesia yang masih ragu berinvetasi di dalam negeri. Berbeda dengan Jepang, yang lebih percaya berinvestasi di negerinya sendiri.

Pemerintah Jangan Pura-Pura Diam

Lemahnya Kurs Rupiah
Ilustasi
Pemerintah perlu melakukan pembauran kebijakan moneter yang tepat agar rupiah tidak terus melemah. Selain itu, pemaksimalan produk nasional dan pembatasan produk impor juga perlu dilakukan.

Zahra Izaz, selaku mahasiswa prodi Keuangan dan Perbankan, pun berpendapat soal ini. Ia menegaskan pemerintah wajib melindungi ekspor dari pelaku diskriminasi harga bea impor di luar negeri.

“Pelaku ekonomi seperti perusahaan besar (juga) harus meningkatkan daya saing ekspor dan mengurangi bahan baku impor. Toh, di dalam negeri kita juga mampu menghasilkan SDA yang berlimpah,” kata Zahra kepada Tuminesia.com (05/09/2018).

Ia pun meminta lembaga-lembaga keuangan untuk lebih bijak menghimpun-menyalurkan dana masyarakat.

Pemerintah sebaiknya lebih peka dengan instrumen-instrumen moneter yang bisa ditindaklanjuti secara cepat. Salah satunya dengan mengedukasi para pengusaha UMKM agar bisa bersaing dengan produk-produk impor dan mempergalak lagi gerakan-gerakan cinta produk-produk lokal.

Terpenting, pemerintah baiknya tidak pura-pura diam soal naiknya rupiah terhadap dollar, dengan mensosialisasikannya seacara masif ke masyarakat. Sosialisasi itu harus seobjektif mungkin, secara perlahan, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Di sisi lain, bukan berarti masyarakat diam dan mengandalkan pemerintah seutuhnya. Masyarakat juga harus lebih percaya kepada pemerintah dengan memberi dukungan demi pembangunan, salah satunya dengan berinvestasi.

Soal melemahnya kurs Rupiah ini, bagaimana pendapatmu? Komen di bawah ya :)

====================
Artikel ini ditulis oleh kontributor Tuminesia.com: Annisa Ramadhannia

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!