Memahami Pelukan Jokowi-Prabowo - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

01 September 2018

Memahami Pelukan Jokowi-Prabowo

"Medium is The Message," begitu kata Pakar Komunikasi Politik Universitas Jaya Baya, Lely Arrianie, di Media Center Lobby Nusantara III, Gedung MPR/DPR RI, Kamis (30/08/2018) lalu.

Ia begitu terharu menyaksikan momen dua politisi besar Indonesia, Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, berpelukan. Padahal, keduanya akan bertarung di Pemilihan Presiden 2019.

Joko Widodo dan Prabowo Subianto Berpelukan Asian Games 2018
Jokowi dan Prabowo dipeluk Hanifan Yudani (foto: Detik.com)
"Nice picture, nice moment, nice event, nice gesture, nice personality," ungkapnya dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Pelukan Jokowi-Prabowo Bakal Dinginkan Suhu Politik?'.

Kejadian itu tak akan nyata tanpa Hanifan Yudani Kusumah, peraih emas Pencak Silat Asian Games 2018. Ia begitu antusias memeluk Jokowi dan Prabowo yang sedang berdiri bersebelahan usai mengucapkan selamat kepadanya.

Banyak yang memprediksi kejadian tersebut akan ramai diperbincangkan. Benar saja, tak perlu hitungan jam fotonya sudah tersebar viral di media sosial.

Memang, kehadiran Prabowo dan Jokowi adalah hal yang wajar. Mengingat Prabowo adalah Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), sementara Jokowi adalah Presiden yang senang menonton atletnya berlaga, apalagi di final.

Menurut Lely, momen tersebut mampu mengesampingkan kepentingan kedua pasangan capres dalam kontestasi politik yang sedang berlangsung. Apalagi, di sana juga hadir Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Megawati dan Prabowo kan sedang "bercerai". Tapi sebelum dan sesudah pelukan itu, keduanya malah saling canda tawa bersama, lalu berkata "Untuk Indonesia!" di depan wartawan.

"Pencak Silat Indonesia mengucapkan terimakasih kepada bapak Presiden Republik Indonesia, bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, dan ibu Presiden Republik Indonesia, yang ke...." kata Prabowo tiba-tiba berhenti dan menatap Megawati saat berpidato singkat di depan wartawan.

"Lima, jangan lupa," sambut Megawati seraya menahan tertawa, disambut Prabowo yang juga tertawa.

"Bayangkan, semua hadir di sini, di saat-saat kritis," kata Prabowo melanjutkan pidatonya.



Tunggu dulu, apa yang dimaksud Prabowo dengan "saat-saat kritis"?


"Maksudnya, saat ini kan kita memasuki tahapan Pilpres. Tentunya harus lebih cermat, hati-hati, tenang, termasuk juga dalam suasana Asian Games, membawa suasana supaya kita bisa rukun damai bisa bersatu untuk Indonesia," kata Ahmad Riza Patria, Ketua DPP Partai Gerindra, kepada Tuminesia.com, pada Kamis (30/8/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa kritis itu tidak lepas dari kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Untuk diketahui nilai tukar Rupiah saat ini sudah menyentuh Rp14,700 per dolar AS.

Baca Juga: Bagaimana Media Seharusnya Bersikap saat Meliput Bencana

Sementara Joko Widodo, mengaku dirinya pun heran mengapa Hanifan memeluk dirinya bersama Prabowo. "Gak tahu kok diajak barengan pelukan. Tapi yang jelas, bau," kata Jokowi di depan wartawan, disambut tawa Prabowo, Megawati, dan semua yang hadir di saat wawancara door stop itu, usai Hanifan meraih emas ke-29, mengalahkan pesilat Vietnam, Thai Linh.

"Tapi baunya harum karena menang. Bau apapun karena menang, harum semuanya," lanjut Jokowi membenarkan dan Prabowo menyambut dengan tepuk tangan.

Apakah keduanya akan bersanding kelak? Setidaknya bekerjasama dalam banyak hal di periode pemerintahan terbaru nantinya?

"Saya kira itu terlalu jauh, saya kira kewenangan untuk jabatan-jabatan itu tidak harus dibicarakan sekarang," kata Ketua DPP Golkar, TB Ace Hasan Syadzily, dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Pelukan Jokowi-Prabowo Bakal Dinginkan Suhu Politik?'.

Jadi, sudah dapat dipahami bahwa pelukan Jokowi-Prabowo adalah murni tidak disengaja. Hanifan, entah dapat ilham dari mana, telah berperan penting dalam moment bersejarah ini.

Kondisi politik Indonesia yang memanas pun mulai kembali normal, menyentuh akal sehat. Siapapun pilihannya di 2019 nanti, tidak ada yang jelek. Paling penting, sebagai anak muda atau yang berjiwa muda, dukung pemerintahan siapapun mereka. Kritik jika salah, jaga jika baik, jangan mudah terprovokasi karena kondisi buruk bisa saja datang dari oknum tidak bertanggung jawab. Jaya Indonesia!

Hanifan Yudani Kusumah soal Pelukan Jokowi-Prabowo
Kata Hanifan soal pelukannya kepada Jokowi dan Prabowo (Foto: CNN Indonesia)

===============================================

Artikel ini ditulis oleh:

Hotlas Mora dan Fitratun Komariah (selaku tim redaksi Tuminesia.com)

Tuminesia - Media Baru juga Cerdas.

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!