Mahasiswa dan Freelancer, Apakah Bisa? - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

02 September 2018

Mahasiswa dan Freelancer, Apakah Bisa?

Mahasiswa dan Freelancer
Borneo Verando (@borneoverando)

Selalu ada situasi di mana seorang mahasiswa merasa tidak tercukupi kebutuhan hidupnya. Uang kuliah, makan, sewa kamar kos, juga uang yang harus dikeluarkan saat ada keperluan tugas. Terus, kapan “jajan”-nya?

Kamu mungkin tetap bisa merengek minta uang tambahan ke orangtua, bisa juga mogok kuliah. Tetapi yakin, ingin jadi mahasiswa seperti demikian?

Lain halnya dengan Borneo Verando, mahasiswa Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sejak tahun pertama perkuliahannya, Borneo memilih untuk beranjak dari kotak kebiasaan itu. Ia mengubah keadaan “terpepet” menjadi kreativitas yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Memang apa, sih, yang dilakukan Borneo?

Menjadi freelance content creator.

Millennials, kreator konten merupakan pekerjaan yang sedang banyak digandrungi anak muda kreatif. Tapi sebenarnya, apa yang membuat seseorang dapat disebut kreator konten? Tidak hanya itu, menjadi kreator konten sembari menjadi mahasiswa, apakah bisa?

Mengenal freelance dan kehidupan kreator konten

Mahasiswa Freelancer
Karya Borneo yang dipamerkan dalam pameran kolaborasi Kelas Pagi dan Permata Bank.
Borneo mengakui, ketertarikannya pada sistem freelance berawal dari nama freelance itu sendiri, yang dimulai dari kata free (bebas).

“Dengan kata lain, saya dapat bekerja kapan pun dan di mana pun, sesuai dengan target yang ditentukan,” jelasnya pada Tuminesia.com.

Kendati demikian, bukan berarti freelance atau pekerja lepas tidak memiliki jam kerja. Menurut pengakuan Borneo, jam kerja seorang freelance adalah setiap hari. Kapan pun dan di mana pun selama ada pekerjaan, seorang freelancer akan mengerjakannya.

“Alasan yang lebih kompleks mengapa saya memilih kerja freelance adalah karena saya tidak menyukai pekerjaan yang sifatnya statis. Dalam artian, saya harus diam di kantor, mengerjakan satu hal yang sama di kantor... saya nggak bisa, karena saya cepat bosan.”

Untuk menutupi kekurangannya itu, Borneo memilih untuk melakukan variasi pekerjaan, yakni sebagai kreator konten.

Baca Juga: 
Paruh Waktu, Penuh Waktu atau Pengusaha?
- Koleksi Foto HD

“Dalam content creating ada banyak hal, nggak cuma visual. Saya juga buat tulisan. Tergantung yang masuk kerjaan apa. Kalau lagi mood, saya kerjakan.”

Saat ini, Borneo tengah sibuk menjalankan tugas sebagai kreator konten untuk acara tur stand up comedian, Pandji Pragiwaksono. Tidak hanya itu, ia juga sedang merintis digital marketing agency bersama beberapa rekannya dan bertindak sebagai produser.

“Karena masih meraba pasar, apapun akan saya ambil. Video clip saya ambil, beberapa konten (foto) Wardah Beauty juga agency saya yang ambil. Teh Pucuk juga, teman dari dalam agency saya yang ambil dan kita kerja bareng.”

Menariknya, Borneo paling suka melakukan sesi foto pernikahan. “Saya senang motret dua orang yang sama-sama punya rasa, lalu saya motret rasa itu. Saya senang motret chemistry dari dua orang itu. Bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain, lalu saya jepret... entah kenapa, saya senang.”

Manajemen waktu sebagai mahasiswa

Mahasiswa dan Freelancer Bisa?
Foto produk sebuah merk jam tangan.
“Sejujurnya, saya merasa cukup terganggu dalam artian... saya menuntut diri untuk terus kerja, untuk terus menutupi kebutuhan sendiri karena keluarga saya tidak mampu menutupi kebutuhan saya. Di sisi lain, orangtua saya menuntut saya untuk terus kuliah.”

Sewajarnya mahasiswa, Borneo juga sering dibuat repot dengan berbagai macam kegiatan di luar kuliah. Kendati demikian, ia tidak menyerahkan statusnya sebagai mahasiswa begitu saja, melainkan mengatur waktu kerjanya agar tidak sampai bentrok dengan jadwal mata kuliah.

“Kan kuliah udah ada jadwalnya, hari ini jam segini ada mata kuliah ini, saya gembok. Ini nggak boleh dipakai untuk kerja. Di luar itu, misalnya saya kuliah sampai siang, sorenya saya ambil kerjaan. Memang repotnya adalah, nggak ada istirahatnya. Pulang kuliah langsung buru-buru ke rumah, ganti baju, terus kerja. Belum lagi proses editing yang saya lakukan setelah sesi foto di malam hari, bergadang, besok pagi kuliah lagi.”

Baginya, manajemen waktu bukan hal yang sulit dilakukan. Paling tidak, tidak sesulit mengalahkan rasa malas.

“Kadang saya ambil jatah bolos, kadang absen lewat, terus dipanggil dosennya,” akunya.

Walau demikian, Borneo tidak berlama-lama tenggelam dalam kemalasan itu. Segera setelah ia menjelaskan situasi yang ia hadapi, ia langsung berusaha bangkit kembali dan menata ulang kehidupannya sebagai mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.

“Karena tuntutan orang beda-beda, nggak semuanya bisa dipukul rata harus fokus kuliah. Kalau ada yang butuh kerja, ya harus kerja."

***

Dari susah-senang menajadi seorang mahasiswa sekaligus freelancer, apakah kamu masih ingin mencobanya? Bagi kamu yang punya tekad kuat untuk mandiri sebelum waktunya, Borneo sering membagikan ilmu seputar fotografi di Instagram pribadinya, @borneoverando. Tidak hanya itu, Borneo juga merangkum tips khusus untuk dibagikan Tuminesia.com.

Pertama, mulai dulu. Biar proses yang menentukan apakah kamu cocok atau tidak di dunia freelance. Perlu diingat, freelance bukan pekerjaan yang selalu ada. Jadi saat sudah memulai, tanyakan pada dirimu sendiri: apakah mentalmu kuat "digantungin"?

Kedua, perbanyak relasi dari mana saja. Fotografer yang nongkrong bareng fotografer hanya menghasilkan pembicaraan seputar kamera. Tapi, apa jadinya jika fotografer nongkrong bareng desainer? Peluang.

Terakhir, pertahankan relasi. Jangan hanya perbanyak kenalan, kemudian diluapakan begitu saja.

"Ketika kamu maintain relasi, terus ngobrol sama mereka, tanya kabarnya... itu akan jadi lebih dari sekadar relasi. Dari teman jadi klien, dari klien jadi teman. Buat mereka nyaman sama kita, sehingga apapun yang kita butuhkan, mereka mau bantu," tutupnya.

Baca Juga: 
Traveling Hemat ke Luar Negeri ala Mahasiswa
Bincang Bareng Jocelyn Valencia, Sukses Muda itu Bisa

================================
Artikel ini ditulis oleh: Elva Mustika Rini

Ikuti terus artikel-artikel di Tuminesia.com - Media Baru juga Cerdas :)

3 comments:

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!