Mana Untung Investasi Saham, Obligasi, atau Reksadana? - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

06 May 2018

Mana Untung Investasi Saham, Obligasi, atau Reksadana?

Mana yang lebih menguntungkan? Berinvestasi saham, obligasi, atau reksadana?

Ketiga jenis instrumen investasi pasar modal itu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Perlu cermat memilih, mana yang sesuai dengan kemampuan keuangan dan pemahaman soal investasi tersebut.

Sebelum membahas saham, obligasi, atau reksadana, sebetulnya apasih investasi itu?

Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama. Harapannya, investasi dapat memberi pemasukan pasif dalam jangka waktu pendek atau pun panjang.

Setelah paham soal investasi, mari kembali membahas saham, obligasi, atau reksadana. Mana yang paling menguntungkan? Baca berikut ini:

Saham

Ilustrasi (foto iNews.id)

Saham adalah bukti surat yang menyatakan bahwa seseorang turut serta dalam suatu perseroan terbatas (PT). Manfaat yang didapatkan dari investasi pada saham adalah dividen, yaitu bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.

Tak hanya itu, pemilik saham juga akan meraih capital gain, yaitu selisih keuntungan dari harga beli saham dengan harga jual saham.

Lalu, apasih risiko investasi pada saham? Ada 4 yang harus diperhitungkan, yaitu:

1) Tidak selalu ada pembagian dividen
2) Berpeluang Capital loss atau kehilangan modal
3) Risiko Likuidasi
4) Saham delisting dari bursa

Obligasi

Ilustrasi obligasi (foto: pasardana.id)

Obligasi adalah surat hutang jangka panjang yang dapat dipindah tangankan. Kelebihan dari investasi obligasi adalah memberikan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon dan keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain).

Obligasi mengandung beberapa risiko, antara lain:

1. Risiko perusahan tidak mampu membayar kupon obligasi maupun risiko perusahaan tidak mampu mengembalikan pokok obligasi.
2. Risiko Tingkat Suku Bunga (Interest Rate Risk).

Reksa Dana

Mitos dan Fakta Reksa Dana (infografis: bnpparibas-ip.co.id)

Reksa dana adalah suatu wadah berinvestasi, dimana dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan modal bukan simpanan. Nantinya dana itu akan dimasukkan ke portofolio efek, kemudian dikelola oleh manajer investasi. Setelah itu, dana ditempatkan ke dalam bentuk saham atau obliasi yang kemudian disimpan oleh bank kustodian.

Kelebihan dari investasi Reksadana adalah dana dikelola oleh manajemen profesional. Selain itu juga ada diversifikasi investasi, transparansi informasi, likuiditas yang tinggi, biaya rendah, disimpan secara aman, dan pilihannya beragam.

Namun reksa dana juga memiliki resiko, yaitu:
1. Risiko Wanprestasi
2. Risiko Likuiditas
3. Risiko Perubahan
4. Risiko Pasar dan Globalisasi
5. Risiko Terkait Peraturan
6. Risiko aktivitas Lembaga-lembaga Terkait Reksa Dana

Nah, sudah tahu kan apa itu saham, obligasi, atau reksadana? Lalu, mana yang paling menguntungkan?

Semua investasi itu jelas menguntungkan. Namun dalam berinvestasi, semakin tinggi resiko, semakin besar pula hasil yang di dapat.

Tetapi bagi pemula, ada baiknya memilih instrumen investasi berupa reksa dana karena terdapat diversifikasi dan dikelola oleh profesional. 

Meski begitu, terlepas dari mana yang menguntungkan, ada yang perlu diingat dalam berinvestasi, yaitu: “Jangan menaruh telur di dalam satu keranjang”.

Kalau mau tahu logika sederhana mengapa harus berinvestasi, tonton video ini aja:



Artikel ini karya Mahasiswa STEI SEBI: Nadia Rahmah

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!