BNN 'Ambis' untuk Miskinkan Bandar Narkoba - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

21 April 2018

BNN 'Ambis' untuk Miskinkan Bandar Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) kini tengah berambisi (ambis) mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas kasus peredaran penyalahgunaan narkoba. Tujuannya untuk menyita aset-aset para bandar narkoba yang berjumlah sangat besar, katanya triliunan.

Menurut Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, ada dua kasus besar yang kini masih didalami BNN. Kasus itu terendus karena ada sejumlah uang masuk ke negara-negara asing.

BNN 'Ambis' untuk Miskinkan Bandar Narkoba
Penggerebekan BNN (Foto: www.papuakini.co)

Kasus pertama, pencucian uang dilakukan sampai ke 11 negara. Sedangkan yang kedua, kata Irjen Pol Arman, sampai ada 14 negara.

"Dua kasus ini sama-sama dari pengungkapan di Jakarta," terang Irjen Pol Arman saat menghadiri diskusi santai di Kantor Pemprov Jateng, Jumat (20/4/2018).

Irjen Pol Arman bersama timnya sedang berusaha untuk membawah aset-aset para bandar di luar negeri. Sebab, capaian angka dari dua kasus TPPU itu mencapai puluhan triliun rupiah.

"Yang pertama ini sampai Rp6.8 triliun. Sedangkan yang kedua senilai Rp3.5 triliun. Dua kasus TPPU ini memang yang terbesar angkanya sejauh ini," ucapnya.

Banyak juga ya duitnya.

Bandar Manfaatkan TKI


Sementara itu, Direktur TPPU BNN Brigjen Pol Bahagia Dakhi, membahas cara bandar narkoba mencuci uang. Salah satunya dengan memanfaatkan para TKI.

Modusnya mudah, hanya dengan "mencuri" sebentar uang yang hendak dikirim ke kampung halaman seorang TKI dan memakainya untuk modal.

"Uang-uang kiriman para TKI itu ditahan untuk modal mengambil barang narkoba. Setelah berhasil dijual, pihak bandar baru akan mengirim uang-uang para TKI itu ke Indonesia. Jadi semacam diputar uangnya," jelas Brigjen Pol Bahagia Dakhi.

Untuk itu, pihak BNN terus giat menyita aset-aset milik pembandar narkoba. Hal ini dilakukan agar para pembandar tidak bisa lagi memasok barang-barang yang merusak bangsa itu.

"Kalo bisa sampai miskin. Kalo mereka ditahan, tapi aset-asetnya tidak disita akan sama saja. Sebab dengan menyita aset-aset, mereka tidak akan bisa berleluasa lagi," lanjutnya.

Setelah disita,  asetnya mau dipakai untuk apa pak?



Sumber: Tribun

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!