Para Dokter Mundur Dari Aceh Selatan - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

09 March 2018

Para Dokter Mundur Dari Aceh Selatan

"Istri saya yang sudah begitu capek dan menghabiskan anggaran cukup besar untuk menyelesaikan kuliah, hanya dihargai jerih payahnya bekerja di salah satu Puskesmas di Aceh Selatan sebesar Rp1 juta per bulan," kata salah seorang suami dokter umum yang telah mengundurkan diri dari Puskesmas di Kabupaten Aceh Selatan.

Ungkapan suami dokter itu memang nyata. Sejumlah dokter umum dari sana pun memutuskan mundur juga.

Ilustrasi ruang dokter (foto: gambarproperti.com)

Diduga, kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan para dokter dari Pemkab Aceh Selatan khususnya pihak Dinas Kesehatan menjadi alasannya. Tak ada inisiatif dari dinas tersebut menyuntikkan anggaran dari sumber APBK.

Seperti dihimpun dari Tapaktuan, honor yang sedikit itu sepenuhnya dibebankan kepada pihak Puskesmas. Mereka hanya mengandalkan sisa dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini membuktikan bahwa Pemkab Aceh Selatan benar-benar tidak menghargai keahlian dan ilmu yang dimiliki seorang dokter.

Akibatnya


Pukesmas mengalami kekurangan tenaga dokter sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat.

Kalau kata suami dokter tadi, honor sebesar itu sangat tidak sesuai dengan beban kerja yang dijalani setiap hari. Untuk diketahui, para dokter harus melayani ratusan pasien yang membutuhkan pengobatan.

Puskesmas di Gampong Meuligo, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan (foto: goaceh.co)


Berbagai permohonan pun telah diajukan ke Plt Bupati Aceh Selatan, Kamarsyah. Hasilnya, Kadis Kesehatan Mardaleta, M Thaher, dipanggil untuk mengkaji ulang sistem perekrutan tenaga dokter termasuk besaran gajinya.

Irvandi, selaku Kepala Puskesmas Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, mengatakan, di Puskesmas yang ia pimpin kini hanya memiliki satu orang tenaga dokter umum. Jumlah itu jelas tak sebanding dengan jumlah rasio masyarakat yang mencapai 11.000 jiwa lebih.

Untuk diketahui, wilayah kerja Puskesmas tersebut dimulai dari Gampong (desa) Pasar hingga Gampong Air Pinang Tapaktuan.

"Jika di kalkulasikan dengan jumlah penduduk tersebut, sangat tidak layak Puskesmas Lhok Bengkuang hanya memiliki satu orang dokter umum dengan jumlah pasien yang berobat setiap harinya mencapai ratusan orang lebih," ungkap dia.

Irvandi mengaku telah melaporkan persoalan ini jauh-jauh hari sebelumnya kepada pihak Dinas Kesehatan, namun hasilnya minim. Sampai saat ini, persoalan tersebut belum ada tindaklanjut konkrit dari dinas terkait.


Sekda Malah Terkejut


Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, H Nasjuddin, mengaku terkejut karena belum mengetahui secara persis duduk persoalannya.

"Oke, nantilah saya tanyakan dulu kepada Kadis Kesehatan," ujar Sekda singkat.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Aceh Selatan, dr Mauyana, juga menyampaikan hal yang sama. Ia malah enggan menanggapi persoalan itu, karena yang lebih berhak dan berwenang menyampaikan klarifikasi adalah Kadis Kesehatan.

"Memang benar, informasi saya dapat sudah beberapa dokter umum di Puskesmas yang telah mengundurkan diri. Kami tidak tahu harus menyampaikan apa lagi terkait persoalan itu, sebab yang berwenang adalah pihak Kadis Kesehatan. Nantilah saya bicarakan lagi dengan pak kadisnya," ujar dr Mauyana singkat, seperti dilansir dari Metro TV News, pada Jumat (9/3/2018).

Kadis Kesehatan Aceh Selatan, Mardaleta M Thaher, termasuk Sekretarisnya, Halizan Ismail, masih belum berhasil dikonfirmasi. Nomor ponselnya tidak diangkat meskipun terdengar suara panggilan masuk.


Sumber: Metro TV News

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!