Menjawab Indonesia Bubar tahun 2030 - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

26 March 2018

Menjawab Indonesia Bubar tahun 2030

Apakah Indonesia bubar pada tahun 2030?

Menjawab Indonesia Bubar tahun 2030
Ilustrasi by www.barnesandnoble.com


Indonesia saat ini masih berjuang untuk menjadi negara maju. Perjuangan itu dapat terwujud jika pemerintah dan rakyatnya sama-sama tak menambah kerusakan bangsa dan bergerak memperbaikinya.

Beberapa waktu lalu, sebuah kontroversi telah ramai dibincangkan dan diperdebatkan. Kontroversi itu perihal "Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030" katanya.

Tapi, jika melihat fakta dan data dikutip dari Kompas, Indonesia sedang menyongsong fase bonus demografi. Pada fase ini, usia produktif akan lebih banyak dari nonproduktif.

Puncaknya, akan terjadi pada 2030 mendatang. Banyak yang bilang, masa ini adalah masa generasi emasnya Indonesia yang masih terus bertumbuh sampai 2045.

Jika benar seperti itu, pertumbuhan ekonomi seharusnya dapat terpacu, sektor riil terdongkrak, dan daya saing meningkat. Maka, bonus demografi ini justru membawa dampak baik bagi masa depan bangsa.

Salah satu negara yang pernah membuktikannya ialah Jepang. Negara ini mengalami pertumbuhan pesat setelah masa perang dunia kedua alias baby boom.

Pada masa itu, pemerintah Jepang pun berusaha tak menyia-nyiakan jumlah sumber daya manusia yang signifikan tersebut. Industri digenjot, inovasi-inovasi bermunculan, dan mereka bergerak ke jajaran negara maju dunia.

Indonesia, menurut data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 2017, telah menduduki peringkat ke-5 dalam hal pertumbuhan ekonomi. PricewaterhouseCoopers (PwC) pun melaporkan negara berkembang akan mulai mendominasi peringkat ekonomi utama dunia pada 2030, termasuk Indonesia.

Menjawab Indonesia Bubar pada tahun 2030
Grafik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (sumber: databoks.katadata.co.id)


Indonesia bergerak semakin menantang dominasi Amerika Serikat dan China, sementara yang lainnya tertinggal.

Jika warganya terus berinovasi dan pemerintah juga memfasilitasi, menurut Zulfikar, selaku Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kementerian Maritim Indonesia, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat lebih pesat sampai ke tiga besar dunia, menggeser India juga Amerika Serikat.

Para Pemuda Optimis


Jika melihat fakta bonus demografi itu, Tampaknya peluang Indonesia bubar pada 2030 semakin sempit. Justru saat ini, para pemuda lebih percaya diri dan bersemangat mengatasi masalah-masalah yang ada di Indonesia.

Seperti Jocelyn Valencia, seorang presenter TV yang masih duduk di bangku kelas satu SMA, mengaku sangat optimis dengan Indonesia 2030. Ia yakin para remaja masa kini mampu berkontribusi lebih untuk Tanah Air.

"Kita adalah generasi penerus bangsa. Di tahun 2030 nantinya, pastikan bahwa kita lah yang berperan penting bagi Indonesia," kata Jocelyn, kepada Tuminesia.com.

Baca juga: Bincang Bareng Jocelyn Valencia, Sukses Muda itu Bisa

Memang, untuk meraih momentum bonus demografi itu bukanlah perjuangan mudah. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi, salah satunya penduduk harus berkualitas.

Rasio ketergantungan harus berkurang dan penduduk usia muda terus menjadi penggerak pertumbuhan. Caranya dengan mengoptimalkan produktivitas kerja, mengatur biaya konsumsi, dan menambah jumlah tabungan yang dimiliki.

"Tantangan itu layaknya latihan untuk bisa melatih mental dan kesiapan diri untuk meraih mimpi. Harus yakin tak ada hasil yang mengkhianati kerja keras," kata Jocelyn.


Menjawab Indonesia Bubar tahun 2030?


Seperti kata Jocelyn, latihan adalah kunci untuk meraih Indonesia yang lebih baik pada 2030. Untuk itu, ada baiknya generasi X, Y, dan Z mulai berbenah dan melatih diri untuk lebih produktif.

Semangat ketiga generasi ini justru menjadi penggerak pemersatu bangsa. Jadi bukan bubar yang ada di tahun 2030, melainkan persatuan dan kemajuan bangsa yang luar biasa.

=======================================

Untuk informasi tambahan, ada satu penggerak yang sekarang sedang dicanangkan oleh pemerintah dan para pemuda untuk menghadapi tahun 2030, yaitu gerakan 1000Startup Digital Indonesia. Mereka bergerak menggali potensi diri lewat dunia digital. 

Kibar dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencari calon-calon pembuat startup berlevel unicorn dari Indonesia. Mereka diharapkan yang mampu menjawab masalah-masalah aglikultur, logistik, pendidikan, energi, dan lain-lain. Selengkapnya, bisa dibaca di sini: https://1000startupdigital.id/i/

Sumber: Kompas, Detik, Sindo

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!