Mang Ade, Bantu Negara Lewat Reparasi e-KTP - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

07 March 2018

Mang Ade, Bantu Negara Lewat Reparasi e-KTP

"Hasilnya rapi, membantu banget lah," 

Itulah respon Ria (45), salah satu pelanggan Mang Ade, tukang reparasi e-KTP di Bazar Koopsau, Jl. Kopat Darat, Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Foto: detik.com


Mang Ade memang sangat membantu warga yang enggan membuat e-KTP baru jika miliknya sudah rusak. Tak pelru waktu lama, Mamang Ade mampu memperbaiki e-KTP yang rusak jadi seperti baru kembali.

Ia pun bisa langsung memperbaiki e-KTP rusak di lokasi. Jika ada yang membutuhkan, pria 65 tahun ini akan berhenti berkeliling dan mengeluarkan alat-alat yang dibutuhkan.

Cuma 5 menit, Mang Ade sudah 'menyulap' e-KTP rusak jadi seperti baru. Alat-alat yang dipakai pun sederhana, seperti minyak kayu putih, isolasi, double tape, korek api, gunting, cutter dan anti gores untuk layar HP.

Caranya?

Pertama-tama ia harus mengelupas bagian data KTP. Setelah terkelupas, ia langsung menggosok bagian blangko KTP tersebut dengan minyak kayu putih agar bersih.

Setelah itu, Mang Ade menempelkan double tape dan memotongnya dengan cutter supaya pas dengan blangko. Lalu ia menempelkan bagian yang terkelupas tersebut ke blangko dan menempelkan anti gores.

Ia mematok harga Rp10 ribu untuk perbaikan KTP. Sementara untuk sampul pelindung e-KTP yang juga ia sediakan, dijual dengan harga Rp5 ribu per 3 lembar.

Foto: detik.com

"Saya cuma sebatas memperbaiki ya, nggak bisa melebihi dan mengurangi, kalo tulisannya atau foto hilang saya nggak bisa nambah itu kan hak pemerintah, saya cuma bisa benerin aja," ujar Mang Ade.

Setiap harinya, Ade berkeliling untuk menawarkan jasanya ini. Ia tak punya tempat tetap untuk urusan ini.

Katanya,'saya hanya mengikuti arah mata angin saja. Kadang di sini, kadang ke pasar Jatinegara, bahkan pernah ke Taman Merdeka di Depok. Mana saja'.

Usaha Mang Ade ini tampaknya cukup laku di lapangan. Ia kerap dihampiri dua sampai sepuluh pelanggan yang penasaran.

"Tadi ada rame-rame, kebetulan KTP lagi rusak, ya sudah sekalian aja dibenerin," ucap Vina.

Tapi yang terpenting, seperti kata Wawan (40), apa yang dilakukan mang Ade telah membantu pemerintah. Reparasi e-KTP, kata Wawan, sangat inovatif. "Kalau rusak juga gimana ya, kalo benerin kan lama," papar Wawan.

Keahlian Perlu Pengorbanan


Mungkin istilah itulah yang cocok diucapkan Mang Ade. Pasalnya, ia mengorbankan e-KTP miliknya sebagai bahan latihan.

Terpaksa katanya, daripada tidak ada bahan untuk bereksperimen. "Kalau pake punya orang lain mana mau orangnya dipake buat latihan, kalau rusak kan yang ada dia marah," ucapnya.

Akhirnya saat ini, ia hanya memakai suket sebagai tanda pengenal. Bukan malas mengajukan ke kelurahan, tapi untuk dapat e-KTP baru, perlu waktu yang sangat lama.

Buktinya, sampai sekarang belum jadi. "Sudah sejak dua tahunan lah," ujarnya.

Ya.... kita sama-sama tahu lah apa penyebabnya.

Foto: Antara

Foto: Kapanlagi.com


Sumber: Detikcom

1 comment:

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!