Maksimalkan Fungsi Otak dengan Tidur - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

05 March 2018

Maksimalkan Fungsi Otak dengan Tidur

Kutanyakan padamu: apa penyebab paling umum yang membuat manusia tidak menunjukkan potensi maksimal yang dimilikinya ketika tengah bekerja?

Tidak perlu memutar otak terlalu keras, atau menyelam ke sederet jawaban mesin pencari sebesar Google. Sadar atau tidak, jawabannya tersedia begitu dekat dengan Anda, yaitu kurang tidur.



Ilustrasi tidur nyenyak (foto: acmh.org)

Menurut poling pola tidur Amerika yang dilakukan National Sleep Foundation pada tahun 2002, kurang tidur menyebabkan kerugian sebesar 100 miliar dolar per tahun. Kerugian tersebut diakibatkan oleh turunnya produktivitas, biaya kesehatan, cuti sakit, dan kerusakan lingkungan. 

Sangat mungkin bila Indonesia mengalami kerugian yang sama; berakar dari permasalahan yang sama pula.

Terutama, bila Anda hidup di kota mega-metropolis yang diklaim “tidak pernah tidur” seperti Jakarta. Padatnya aktivitas di kota besar membuat Anda kesulitan membagi waktu antara bekerja dan beristirahat. Akibatnya, Anda memiliki gangguan tidur yang paling umum, yaitu insomnia.


Ilustrasi kurang tidur mengganggu pekerjaan (foto: gulalives.co)

Insomnia merupakan salah satu masalah terbesar dari tidur saat ini. Tidak percaya? Coba korbankan waktu tidur Anda satu hari untuk melihat teman-teman yang masih online di WhatsApp, atau di jejaring sosial lain. Entah karena pekerjaan atau hanya bersenang-senang, tetapi, gangguan tidur karena berbagai macam alasan selalu menyebabkan satu masalah yang sama: menurunnya daya otak.

Ya, otak! 

Tentu tidak bisa dianggap remeh, bukan? Padahal, otak merupakan “pusat pemerintahan” di tubuh kita, dan pusat pemerintahan ini dapat terganggu fungsi kerjanya bila Anda kekurangan tidur. Korelasi yang kuat antara tidur dan kerja otak dijelaskan oleh Lilyn Setyorini, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universiras Diponegoro.

“Saat tidur, terjadi pemulihan sel-sel otak dari yang kelelahan menjadi seperti sedia kala. Selain itu, aliran darah ke otak yang paling lancar memang terjadi saat kita tengah tertidur. Darah membawa O2 untuk bahan bakar otak. Jika O2 berjalan lancar ke otak, kerja otak akan secara otomatis menjadi lebih baik daripada bila Anda kekurangan tidur.”

Tidak hanya itu, malah, hal ini dapat sampai pada gejala kejiwaan seperti cemas, depresi, serta membuka peluang untuk terkena infeksi virus.

“Seperti yang tadi saya katakan, tubuh membentuk sistem kekebalan saat tidur. Jika kekebalan tubuh menurun karena kurang tidur, maka tubuh akan lebih mudah menerima penyakit atau infeksi virus misalnya. Kurang tidur juga dapat menyebabkan cemas dan depresi karena minimnya protein untuk perbaikan sel-sel. Gagalnya perbaikan sel-sel ini lah yang dapat menyebabkan tubuh kurang energi, dan kita jadi lebih mudah merasa kelelahan, stres, serta kurang konsentrasi,” jelas Lilyn.

Jika kurang tidur hanya terjadi sesekali, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, bila Anda mengalami gangguan selama sepuluh hari atau lebih, waspadalah! 

Kekurangan tidur sebanyak itu yang akan menyebabkan berbagai macam penyakit tertarik dengan diri Anda, tetapi tidak dengan orang-orang sekitar. Tidak ada yang senang berdekatan dengan seseorang yang memiliki performa kerja buruk.

Apa yang Sebaiknya Anda Lakukan?

Ilustrasi piringan hitam (foto: wepluggoodmusic.com)

Dr. Frank Lawlis dalam bukunya, The IQ Answer, Meningkatkan dan Memaksimalkan IQ Anak, telah membeberkan tiga metode paling mudah yang bisa membantu Anda untuk menenangkan pikiran sebelum tidur. Metode ini dibuat agar Anda dapat menemukan posisi rileks tanpa perlu dibantu obat-obatan.

Metode pertama ialah dengan mendengarkan CD pengantar tidur. CD pengantar tidur merupakan cara paling praktis karena memang didesain secara khusus dalam membantu Anda mengatasi gangguan tidur di rumah tanpa seorang dokter. Anda hanya perlu mendengarkan dengan seksama seluruh instruksi yang diberikan, kemudian lakukan.

Metode kedua, ingatlah bahwa Anda hidup hari ini. Anda hanya tinggal di masa sekarang, bukan masa lalu, juga bukan masa depan. Fokuskan pada pernapasan, jangan biarkan pikiran Anda berkeliaran ke masa-masa yang pernah atau belum terjadi. Rasakan udara yang masuk melalui hidung dan mengisi penuh paru-paru Anda, lalu keluarkan dengan perlahan. Anda memerlukan disiplin dalam melakukannya. Jangan menyerah bila pikiran Anda memberontak ingin lepas dan mengembara.

Metode terakhir adalah dengan mendengarkan musik kesukaan Anda. Dalam bukunya, Dr. Frank Lawlis tidak menyarankan musik-musik inspirasional yang membuat Anda ingin memecahkan permasalahan dunia, juga musik country yang mendorong keinginan Anda untuk mengendarai mobil pick-up. Tapi, kembali lagi. Bila musik-musik tersebut dapat membuat Anda rileks, silakan saja.




Selain itu, Anda juga bisa membaca artikel Cara Tidur Nyenyak di 2018 berikut ini: KLIK!.



Sumber:

1) The IQ Answer: Meningkatkan dan Memaksimalkan IQ Anak
2) Wawancara dengan Lilyn Setyorini, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universiras Diponegoro.

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!