LAPAN Terjaga, Stasiun Luar Angkasa Milik Cina Jatuh - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

12 March 2018

LAPAN Terjaga, Stasiun Luar Angkasa Milik Cina Jatuh

Badan keantariksaan berbagai negara memprediksikan stasiun luar angkasa Cina Tiangong-1 akan jatuh mencapai bumi dalam hitungan beberapa minggu ke depan. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pun ikut memantau jatuhnya stasiun luar angkasa tersebut.

"Benar (Tiangong-1 akan jatuh ke bumi) dan LAPAN terus memantaunya," kata Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, di Jakarta, seperti dikutip dari Republika pada Senin (12/3/2018).

Cina Tiangong-1
dailymail.co.uk

Hingga kini, Thomas dan pihaknya belum bisa menjelaskan peluang waktu dan lokasi serpihan stasiun luar angkasa berbobot 8,5 ton tersebut.  Menurut dia, semua negara di lintang 43 derajat utara sampai lintang 43 selatan berpotensi terkena serpihan Tiangong-1, termasuk Indonesia.

Untuk itu, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika ini berharap masyarakat tetap waspada. Apalagi untuk pihak yang sering berada di wilayah luas seperti lautan, hutan dan gurun.

Namun, kejatuhan objek antariksa seperti ini sudah beberapa kali terjadi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Kemungkinan jatuhnya wahana antariksa milik Cina yang sudah lepas kendali sejak 2016 ini ke pemukiman pun sangat kecil.

Apa itu stasiun luar angkasa Cina Tiangong-1?

Wahana luar angkasa Tiangong-1 yang juga dikenal dengan sebutan Heavenly Palace 1 merupakan prototipe stasiun luar angkasa pertama yang dimiliki Cina. Stasiun ini diluncurkan pada 29 September 2011 bersamaan dengan roket Long March 2F/G.

theverge.com

Selama hidup, wahana ini berfungsi baik sebagai laboratorium berawak dan testbed eksperimental. Fungsinya untuk menunjukkan penemuan-penemuan di angkasa dan dasi orbital.

Pada November 2011 lalu, Tiangong-1 ini dikunjungi oleh beberapa pesawat luar angkasa Shenzhou selama masa operasinya. Yang pertama, Shenzhou 8 yang tidak berawak, berhasil berlabuh dengan modul ini pada bulan November 2011.

Sementara misi kedua, Shenzhou 9 yang berawak berlabuh pada Juni 2012. Misi ketiga dan terakhir yakni pesawat dengan awak Shenzhou 10, berlabuh pada Juni 2013 dan berhasil mendaratkan astronot wanita Cina pertama, Liu Yang dan Wang Yaping, di Tiangong-1.

Pada 21 Maret 2016, setelah masa pakainya diperpanjang dua tahun, Space Engineering Office mengumumkan bahwa Tiangong-1 resmi dinonaktifkan. Mereka menyatakan bahwa hubungan telemetri dengan Tiangong-1 telah hilang.

Badan Antariksa Cina Kehilangan Kendali


Setelah dinyatakan nonaktif, beberapa bulan kemudian, para pelacak satelit amatir mengetahui bahwa badan antariksa Cina telah kehilangan kendali atas Tiangong-1. Hal itu pun diakui oleh badan antariksa Cina.

Pada September 2016, para pejabat berspekulasi bahwa stasiun luar angkasa tersebut akan masuk kembali dan terbakar di atmosfer bumi pada akhir 2017. Sampai akhir November 2017, Tiangong-1 terpantau di ketinggian sekitar 290 kilometer dan mengarah ke Bumi dengan kecepatan sekitar 10 kilometer perbulan.

Para ilmuwan keantariksaan dari berbagai negara memperkirakan stasiun luar angkasa ini akan deorbit beberapa waktu di bulan April 2018. Namun pada Januari 2018, NBC melaporkan bahwa Tiangong-1 akan menempuh jarak 16.000 mil perjam (26.000 kilometer perjam) dan berada 180 mil (290 kilometer) di atas Bumi.

Stasiun ini memiliki probabilitas tinggi untuk masuk kembali ke bumi antara lintang 43 derajat LU dan 43 derajat LS, dengan garis bujur yang tidak diketahui.



Sumber: Republika

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!