Cara Buat Film Dokumenter versi Rekam Indonesia - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

24 March 2018

Cara Buat Film Dokumenter versi Rekam Indonesia

Dibuat dengan gaya khusus, pengambilan gambar yang khas, serta penuh perhitungan di tiap segmennya, itulah hal-hal penting dalam membuat video dokumenter.

Ilustrasi film dokumenter
Ilustrasi by terselubung.in

Semua perlu konsistensi dan realitas yang masuk akal. Meski menyajikan fakta, video dokumenter tetap bisa menyampaikan pesan tersendiri lewat cuplikan gambarnya.

Lalu, bagaimana cara membuat video dokumenter? Salah seorang pihak dari Rekam Indonesia (@rekam_Indonesia) sempat menjelaskannya kepada Tuminesia, bahwa ada lima cara yang perlu dilakukan untuk membuat video dokumenter. Berikut penjelasannya:

1. Tetapkan Ide



Buatlah ide dan konsep bagaimana proses pembuatan video dokumenter kelak. Dengan begini, proses pembuatan video akan lebih terarah alias tidak asal-asalan.

2. Tentukan Film Statement



Ini adalah saat ide dituangkan dalam rumusan yang jumlahnya satu paragraf. Untuk bisa membuatnya, saringlah berbagai referensi video atau informasi yang ada, sehingga film yang kita buat dapat dikuasai seluk-beluknya.

Untuk diketahui, di zaman ini, tak ada lagi karya murni dalam sebuah video. Kita hanya mengulang dan mengolah yang sudah ada.

3. Buat Script (Outline)



Buatlah cerita rekaan untuk video dokumenternya. Gambarkan sketsa bagaimana hasil videonya kelak serta proses tiap segmennya.

Ingat! jangan cepat mengubah script kecuali penting

4. Buat Shooting List


Tentukan hal-hal apa saja yang ingin disorot. Pikirkan kesan apa yang akan dirasakan para penonton.

Setelah ditentukan, buatlah jadwal pengambilan gambar. Hal ini penting, untuk menghemat waktu juga biaya operasional.

5. Eksekusi lalu Editing



Setelah semua hal itu telah dilakukan, hal terpenting adalah eksekusi. Percaya dirilah dalam pembuatan video dokumenter Anda, jangan cepat goyah dengan keinginan mengubah script.

Usai dieksekusi, maka bisa masuk ke proses editing. Pada proses ini perlu membuat transkip wawancara jika ada, membuat logging gambar, dan membuat editing script.

Adapun transkipsi wawancara harus mendetail dan jelas. Hal ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi penonton maupun pihak narasumber.


Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan?

Durasi videonya jangan terlalu lama, karena penonton bisa bosan dan bahkan mengabaikan video Anda.

Kalaupun ingin cepat, janganlah terlalu cepat karena penonton bisa bingung melihatnya. Intinya, cermatlah dalam pembagian durasi.

Buatlah video dokumenter yang tak menghayal atau sulit diterima. Hal ini sangat bertentangan dari arti dokumenter yang fakta.

Untuk itu, amati dan kenali lebih dulu objek hingga latarnya. Jika semua dilakukan dengan cermat, dijamin hasil yang ciamik dan penuh nilai tersendiri akan tercipta.

"Semua ada alurnya, naik turun seperti drama. Ada tokoh antagonis, protagonis, dan sebagainya,"


Semangat sahabat Tuminesia!

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!