Cara Baca Tipuan Judul Clickbait - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

09 March 2018

Cara Baca Tipuan Judul Clickbait

Banyak media besar mulai "jahat" belakangan ini. Mereka rela membohongi pembaca lewat judul-judul clickbait-nya.

Kata-kata bombastis seperti "Wow!", "Keren!", "Mengejutkan!", "Gila!", dan kata-kata sejenis lainnya sengaja dipakai sebagai umpan klik yang sangat mirip dengan gaya koran kuning (yellow journalism). Kerap kali, judulnya mendekati kriteria satu paragraf. Panjaaaaang, bikin pusing!

Si kakek kesal ketipu judul clickbait (ilustrasi oleh: splash4ripples.com)

Jika dulu pembaca yang bertanya "ada apa", "mengapa?", atau "bagaimana?", kini media itu sendirilah yang bertanya. Contohnya? lihat beberapa judul ini:

- Wali Kota Barcelona ke Bandung, Ada Apa?
- Lho, Bayi Kembar Ini Kok Punya Ayah yang Berbeda?
- Berapa Banyak Idealnya Anda Minum Kopi?

Belum puas dengan judul bombastis dan kalimat bertanya, para wartawan clickbait pun menambahkan kata 'Ini' ke dalam judulnya. Seperti ini contohnya:

- Ini Dia Komentar Ahok Soal Hasil Survey
- Ditanya Soal Capres 2019, Ini Jawaban Prabowo
- Inilah Alasan Bandung Bangun SmartCity

Semua gaya judul itu seakan membentuk tradisi baru dalam jurnalistik. Yang dulunya hemat kata dan menjawab keresahan, kini boros kata dan labil juga "gak apa-apa".

Ini headline di salah satu media besar lho...

Jurnalis yang dulunya menyajikan fakta, kini kerap mengada-ada dengan berita biasa saja yang dibuat luar biasa. Jika sudah begini, sama saja pembaca dibohongi karena isinya tak semenarik judulnya.

Ibarat tong kosong nyaring bunyinya. Media clickbait seperti orang bawel yang 'tak punya pengetahuan' di tengah kerumunan. Mereka bersuara, tapi setelah diperhatikan, hanya omong kosong semata. Miris.

Sebelum ke cara membaca judul clickbait, saya akan membahas, mengapa bisa seperti itu?

Jelas media-media mengincar klik. Keuntungan lewat klik bisa beragam, tapi yang pasti ujung-ujungnya media dapat sedikit "recehan" dari traffic.

Salah satunya, Google Adsense akan membayar tinggi bagi mereka (media online) yang mampu meraih klik sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, media-media rela menjadi 'pelacur' Adsense dengan mengorbankan kredibilitasnya.

Kata "Ngakak", memaksakan pembaca setuju kalau itu lucu.

“Sangat sering kita (pembaca) hanya buang waktu menge-klik tautan judul demikian… Headline berupa clickbait adalah promosi yang tak tahu malu (shameless hype),” kata penulis Yahoo.com, David Pogue, dalam sebuah posting di laman Yahoo “What’s Behind Clickbait”.

Dapat disimpulkan, jurnalis clickbait telah mendukung “bentuk terendah jurnalisme media online”. Mereka menjual judul-judul berita “murahan” dan mengabaikan ilmu perkuliahan yang susah payah dijelaskan.

Lalu, bagaimana cara membaca tipuan judul clickbait?


Kesabaran adalah kunci utama. Anda harus sabar sebelum meng-klik sebuah judul berita.

Jika berita itu dibagikan lewat media sosial, perhatikan kolom komentarnya. Kemungkinan akan ada korban sebelumnya yang berkomentar dan mengucapkan sumpah serapah. Seperti:

"Berita apaan nih! Sampah!"

Kalau ada komentar seperti itu, tinggalkan, report, dan blokir akun medianya. Media seperti itu perlu dimusnahkan demi menjaga kualitas fakta dan tentunya memuaskan pembaca.

Menurut saya, jangan mau dikibuli modus murahan seperti itu. Perangi judul-judul clickbait lewat mengabaikan mereka.

Namun jika Anda terlanjur meng-klik beritanya, beritahukanlah lewat kolom komentar bahwa berita tersebut 'sampah'. Selain itu, kembali lagi, blockir medianya dan jangan lagi percaya dengan mereka.

Cara Lainnya


Anda bisa memasang plugin ekstensi "Downworthy" di browser Chrome. Aplikasi berlogo 'tai' ini dapat melenyapkan judul-judul berita "murahan" yang muncul di suatu situs.



Salah satunya jika ada judul berita berisi kata seru seperti “Wow”. Maka, Downworthy akan segera mengubah kata itu menjadi “Oh GOD This is SO Boring. Please Kill Me”.

Ayo, perangi jurnalisme clickbait! Abaikan judulnya dan katakan "Kita tuh gak bisa diginiin!". Seperti pemberi harapan palsu, media-media clickbait sengaja menyakiti Anda lewat berita-berita tak bermutunya.


Sumber: Telegraph.co.uk, Romeltea, Academia, Komunikasipraktis

2 comments:

  1. Sy juga beberapa pakai clikbait untuk https://kanaljogja.id tp msh sewajarny

    ReplyDelete
    Replies
    1. clickbait yang wajar sebaiknya tak menampilkan kata yang berpendapat seperti "Ngakak!", "Wow", "Unik", "Gila", dan kata yang mengungapkan respon terhadap sesuatu.

      Dalam jurnalistik, fakta itu suci. Jadi, seorang jurnalis sama saja melawan kaidahnya jika membuat berita seperti itu.

      Beda halnya dengan para blogger. Para blogger tidak perlu memegang prinsip itu, karena sudah jelas, selain belum tentu punya latar jurnalistik, juga blog memang wadahnya pendapat.

      Delete

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!