Berjalanlah di Tengah Polusi Udara - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

02 March 2018

Berjalanlah di Tengah Polusi Udara

Berjalan-jalanlah di tengah polusi udara, maka khasiat buruknya segera menghantui tubuh Anda. Zat tak terlihat ini berhasil memengaruhi kematian 6,1 juta orang pada 2016.

Ilustrasi (foto: walkabilityasia.org)
Dampak polusi udara memang sulit dihindari. Keadaan wilayah yang sudah akrab dengan polutan bisa jadi alasannya.

Mirisnya, sekitar 92% populasi dunia tinggal di wilayah polusi udara yang mengkhawatirkan. Padahal, polusi udara bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian dini.

Anda tahu berjalan kaki itu sehat? Tampaknya anggapan itu tak lagi sepenuhnya benar setelah polusi hadir di bumi. 

Periset asal London secara acak meminta 119 pria dan wanita yang berusia 60 tahun ke atas untuk berjalan-jalan selama 2 jam di jalan yang berbeda: Kelompok satu melewati hamparan terbuka yang tenang dan bebas lalu lintas, Hyde Park, dan kelompok lainnya melewati Oxford Street yang ramai kendaraan dekat jalan utama dan kawasan perbelanjaan di London.

Setelah beberapa minggu, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa peserta yang berjalan di Hyde Park memiliki kapasitas paru-paru yang lebih baik dan arterial tidak kaku. Untuk diketahui, kekauan arteri bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Oxford Street (Foto: independent.co.uk)

Di sisi lain, peserta yang berjalan di Oxford Street hanya mengalami sedikit peningkatan kapasitas paru-paru. Selain itu, arteri mereka pun malah menajadi kaku.

Hal itu disebabkan karena adanya paparan polusi dari bus dan taksi yang berbahan bakar diesel melintas di sepanjang Oxford Street. Paparan black karbon, nitrogen dioksida, partikel ultrafine yang dikenal sebagai PM 2.5, dan partikel halus lainnya juga berperan merusak kegiatan jalan sehat.

“Saat terpapar polusi lingkungan yang banyak ditemui di sepanjang jalan lalu lintas, kegiatan berjalan sehat malah tidak memberikan manfaat,” kata penulis studi, Dokter Kian Fan Chung, dari Imperial College London.

Tidak hanya jalan kaki, polusi juga berperan merusak sistem reproduksi manusia.

Seorang ahli kesehatan asal Universitas China Hong Kong, yaitu dr Lao Xiang Qian, mengungkapkan bahwa polusi udara memengaruhi kualitas sperma pada pria.

Partikulat halus yang mengandung bahan kimia beracun, seperti logam berat yang masuk ke paru-paru, dapat mencemari aliran darah. "Dengan demikian, air mani pun rusak,” kata Lao Xiang Qian.

Tidak hanya pada pria, perempuan hamil juga kena imbasnya. Kasus keguguran, prematur, autisme dan asma pada anak-anak, banyak disebabkan oleh zat berbahaya ini.

Perkembangan otak anak, terutama anak kecil pun bisa terganggu karena polusi. Penyakit pneumonia yang membunuh hampir satu juta anak di bawah lima tahun setiap tahunnya, semakin berpeluang diderita oleh anak-anak di tengah polusi. Maka berhati-hatilah jika risiko jangka pendek seperti infeksi pernapasan dan paru-paru sudah berdampak pada anak Anda.

Bagaimana polusi membahayakan tubuh?


ilustrasi (foto: www.skymetweather.com)

Menurut Anthony Gerber, ahli paru-paru dan pernapasan di National Jewish Health, polusi udara tidak hanya menyerang bagian pernapasan, melainkan bagian tubuh lainnya.

Caranya, polusi menyerang inflamasi yang merupakan cara tubuh memperbaiki dirinya setelah mengalami luka atau sakit. Debu beracun mikroskopis yang terhirup, bisa membuat saluran hidung iritasi sehingga berdampak alergi dengan gejala seperti batuk dan hidung berair.

Saat itu terjadi, tubuh mungkin menganggapnya sebagai infeksi sehingga membangkitkan respons inflamasi. Namun yang terjadi, beberapa partikel beracun dari polutan bisa saja keluar dari paru-paru lalu masuk ke aliran darah.

"Ketika mengalami sakit kepala, Anda akan merasakan sakit di seluruh tubuh. Otot terasa seperti ditarik. Hal yang sama akan terjadi ketika kita menghirup polusi,” kata Anthony.

Lalu, bagaimana cara menghindari polusi? Baca artikelnya di sini: Cara Mengurangi Buruknya Dampak Polusi



Sumber: National Geographic, Boldsky, Asiaone. 

2 comments:

  1. ternyata dampaknya buruk banget yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia betul. Alangkah baik pakai masker ketika berkendara. Jaga-jaga aja..

      Delete

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!