Wafer Hewan Ternak Inovasi Mahasiswa IPB - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

27 February 2018

Wafer Hewan Ternak Inovasi Mahasiswa IPB


Bentuknya seperti brownies atau wafer, kotak dan berwarna coklat. Bedanya, ada sedikit serabut dan lebih berserat.

Itulah yang sedang dikembangkan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok belakangan ini. Mereka berencana membuat pakan ternak instan berbentuk 'wafer' secara masal.

 Wafer Ternak Instan (foto: Antara)

Penemuan tersebut merupakan inovasi tiga Mahasiswa IPB, yakni Andriyani dari Fakultas Peternakan, Yoga Rivaldi dari Fakultas Kedokteran Hewan, dan Latiful Akbar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Karya ini pertama kali diperkenalkan oleh Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB).

Mereka yakin, khasiat wafer ternak ini melebihi pakan ternak biasa karena mampu meningkatkan pertambahan bobot badan ternak sebanyak 24 persen lebih tinggi. Selain itu, pakan yang berasal dari limbah ini juga aman dikonsumsi ternak karena kandungan logam beratnya belum melewati ambang batas yang diperbolehkan menurut Standar Nasional Indonesia (SNI). Kandungan gizi dan nutrisinya pun lebih tinggi lima kali lipat dibandingkan rumput yang setiap hari dimakan sapi.

Namun, mereka belum janji akan memasarkannya. Masih perlu kajian mendalam terkait sarana dan prasarana serta biaya operasional yang memadai.

"Kita koordinasikan dulu ke peternak terkait inovasi ini karena memang harus dipikirkan di mana kita mengambil limbah sayuran untuk bahan dasar wafer, tempat pembuatan serta adaptasi pakan ke hewannya," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Depok, Dede Zuraida, di Balaikota Depok, seperti dikutip dari Republika pada Selasa (27/2/2018).

Sebelumnya, Nurjali juga pernah mencoba membuat wafer tersebut. Namun hewan-hewan milik peternak asal Kecamatan Sawangan itu tetap butuh penyesuaian. Setiap harinya kan hanya memakan rumput.

Mereka juga terkendala limbah sayur yang kadang sudah habis di pasar. Kata Nurjali, kalau DKPPP mau mencari solusi terkait inovasi ini, "Kami siap untuk diperbantukan".

Menang di Taiwan


Sebelumnya inovasi mahasiswa IPB di bawah bimbingan Prof Dr Ir Yuli Retnani MSc ini berhasil menjuarai Asian Pasific Agriculture Student Summit and Undergraduate Project Competition 2017 di Taiwan. Mereka memanfaatkan tanaman parasit eceng gondok yang mengganggu ekosistem menjadi wafer pakan ternak.

 Andriyani tengah bersama Yoga Rivaldi kanan dan Latiful Akbar kiri (foto: www.ristekdikti.go.id)

Makalah Andriyani dan tim berjudul Wacifer (Water Hyacinth Wafer): The Utilization of Eichhornia crassipes as Ruminant Feed Wafer to Overcome Water Hyacinth Blooming in Rawa Pening Lake, Indonesia. Wacifer merupakan pakan untuk ruminansia dalam bentuk wafer.

Wacifer sendir diadopsi dari karya Prof Dr Ir Yuli Retnani, yaitu wafer pakan ternak yang sudah mendapatkan paten sebelumnya. Andriyani dan tim sendiri punya formulasi tambahan yang bisa menyempurnakan wafer tersebut, sehingga hadirlah wacifer ini.

Mereka memilih enceng gondok sebagai bahan dasar pakan ternak ini. Alasannya sederhana, yaitu terlalu banyak enceng gondok di Danau Rawa Pening, Jawa Tengah.

"Hampir 70% permukaan air di rawa Pening tertutup oleh enceng gondok. Hal ini berpengaruh negatif terhadap ekosistem di sana. Sempat ada yang memanfaatkan menjadi briket arang akan tetapi belum efektif,” tutur Andriyani.

Tak cuma enceng gondok, mereka juga menambahkan limbah organik dalam formula Wacifer. Dengan begitu, nutrisi pakan untuk ruminansia pun terpenuhi.

“Kami berharap karya ini dapat ditingkatkan lagi, tidak hanya pada enceng gondok tapi juga tanaman lainnya yang dapat dimanfaatkan,” harap Andriyani.



Andriyani sedan memberi makan sapi bersama Yoga Rivaldi (foto: Antara)

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!