Mengapa Candu Update Sosmed? - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

20 February 2018

Mengapa Candu Update Sosmed?

Kehidupan modern saat ini sudah tak bisa lepas dari media sosial. Orang-orang mulai candu dan betah di dunia maya ini. Fungsi media sosial pun semakin beragam bahkan mulai berlebihan.

Media sosial bisa digunakan sebagai alat bersosialisasi, berjualan, dan satu lagi, memamerkan. Ya memamerkan.

Saat ini media sosial malah jadi ajang mengekspresikan perasaan atau pamer apapun yang dianggap membanggakan. Pamer itu sendiri semakin berlebihan. Bahkan, ada urusan pribadi yang tidak seharusnya diperlihatkan, malah diumbar-umbar.

Ilustrasi by beritauhid.wordpress.com

Namun di balik semua itu, mengapa orang begitu candu update sosmed? Apasih alasan seseorang terbiasa memperbarui sosial medianya? Berikut beberapa alasannya:


1. Ada Rasa Senang

Jika setiap orang mau berpikir, sebetulnya update kegiatan di media sosial cenderung tidak berguna. Akan tetapi menurut penelitian terakhir, kecenderungan seseorang menceritakan tentang dirinya, berdampak pada pelepasan senyawa kimia di otak yang memberikan perasaan menyenangkan.

Rosediana Diary via https://i1.wp.com
Dalam pandangan psikologi sendiri, efek itu dikenal sebagai Asertif. Artinya, penyampaian perasaan dapat menimbulkan perasaan lebih lega atau menyenangkan.

2. Ingin Didengarkan


Tidak banyak orang yang mau mendengarkan keluh kesah seseorang. Akibatnya, orang itu kehabisan 'tempat sampah' sehingga lari ke media sosial.

Ilustrasi (by Huffingtonpost)

Hal itu wajar, karena kebutuhan untuk didengarkan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Bahkan seorang penulis Amerika, Dale Carnegie, melakukan penelitian dan hasilnya menunjukan bahwa kebutuhan manusia untuk didengarkan sertara dengan kebutuhan untuk makan, kesehatan, tempat tinggal, dan seks.

Namun, bercurhat di media sosial bukanlah pilihan yang cukup tepat. Komunikasi secara langsung jauh lebih baik karena dapat mempererat hubungan sosial dan minim resiko penyalahgunaan privasi.

3. Ingin Dikenal


Alasan ingin dikenal tampaknya sudah diartikan berlebihan saat ini oleh pengguna media sosial. Mereka cenderung bertentangan dengan nilai moral yang dijunjung masyarakat sekitar. 

Ilustrasi via http://blog.adgager.com

Tidak jarang, postingan yang berkonten negatif tersebut menjadi viral, trends, bahkan dianggap goals oleh bagi sebagian orang. Sungguh miris.

Sebaiknya, pengguna media sosial lebih bijak dan peka terhadap masalah yang akan terjadi selanjutnya. Baik bagi diri sendiri atau bagi lingkungan sekitar.

Mulailah paham bahwa ketenaran bukan hal yang patut dibanggakan, kecuali karena prestasi. Jangan memamerkan sesuatu yang bersifat materi atau ujaran kebencian di media sosial, karena selain berbahaya, juga terlihat jumawa.

“Jangan gunakan sosial media untuk menarik perhatian orang lain, gunakanlah untuk memberikan hal positif kepada orang lain” – Dave Willis


Sumber: Pijar Psikologi

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!