Bagaimana Cara Menyusun Tugas Akhir yang Baik? - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

24 February 2018

Bagaimana Cara Menyusun Tugas Akhir yang Baik?

TA atau Tugas Akhir, terdengar mengasyikan bagi mahasiswa Diploma 3 atau mahasiswa tingkat akhir lainnya. Tugas akhir biasanya berbentuk skripsi, thesis, karya tulis tugas akhir, laporan praktek kerja lapangan, dan lain-lain. Bermacam dilema biasanya muncul, salah satunya "Bagaimana cara menyusun Tugas Akhir yang baik?"


Ilustrasi gundah gulana (foto: http://agusyan92.blogspot.ca)

Salah satu syarat kelulusan ini lumayan membebani mental para mahasiswa atau mahasiswi. Perlu antisipasi dan perhitungan "presisi" soal langkah yang harus diambil.

Untuk menjawab gundah gulana para mahasiswa tingkat akhir tersebut, Tuminesia merangkum sejumlah cara cerdas dalam proses penyusunan TA. Berikut penjelasannya:

1. Pilih Materi Dengan Cermat

Albert Einstein (foto: http://www.businessinsider.sg)

Sebelum menyusun TA, buatlah list topik-topik yang akan dibahas. Sebelum memilih topik, pertimbangkan seberapa menarik materi yang akan dibahas dan ketersediaan datanya. 

Topik yang menarik biasanya berhubungan dengan isu terkini dan perlu pemecahan masalah di dalamnya. Tanpa kedua itu, pembahasan TA mungkin terasa hambar. 

Pemilihan topik juga bisa dipertimbangkan lewat contoh-contok TA angkatan sebelumnya. Tapi ingat, bukan ntuk ditiru, karena TA yang bersifat plagiat akan berakibat fatal 

Selain itu, konsultasikanlah terlebih dahulu dengan dosen pembimbing. Jika dosen pembimbing kurang setuju, maka kesulitan mungkin menghadang ke depannya. 

*Biasanya ada beberapa dosen yang menyukai tema dengan tingkat kesulitan tinggi. Tapi ada juga yang senang isu terkini. 

Silahkan konsultasi berkali-kali untuk memastikannya. Sebaiknya mahasiswa lebih aktif saat konsultasi, tanyakan tentang tema yang diangkat dengan ketersediaan data, link untuk mendapatkan data yang bersangkutan, referensi yang harus digunakan, dan cakupan pembahasannya. 

Jika semua itu sudah terpenuhi, go ahead!

2. Perhatikan Objek Penelitiannya

Ilustrasi (foto: http://www.kedaifilsafat.com)

Salah satu hal yang sangat menentukan dalam penyusunan TA adalah objek penelitian. Mengapa menentukan? Karena menyangkut ketersediaan data untuk diteliti. 

Objek penelitian harus berkaitan dengan materi yang dibahas. Perhatikan apakah instansi yang akan dijadikan objek mau atau tidak memberikan data yang dibutuhkan dalam penyusunan TA. Bisa saja data yang bersangkutan bersifat rahasia. 

Sebaiknya konfirmasi ke instansi terkait, apakah bisa melakukan survey dan mengambil data. 

Mengenai data, rincikan data apa saja yang dibutuhkan. Dengan begitu, akan mudah mengetahui apakah data tersebut bisa diambil atau tidak. Jika tidak bisa, pilih opsi objek penelitian lain atau improvisasi dengan data yang ada. Ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang mungkin tidak diinginkan. 

Jauh lebih baik jika ada pihak yang bisa dihubungi dari instansi yang akan dijadikan objek penelitian. Komunikasi akan lebih mudah dan mungkin bisa datang satu atau dua kali ke instansi tersebut. 

*Ingat, sebaiknya mempunyai link ke beberapa intansi untuk berjaga-jaga saat di instansi utama yang menjadi objek penelitian data yang diperlukan tidak bisa diambil. Namun jika harus ganti objek penelitian, sekali lagi, konsultasikan dengan dosen pembimbiing.

3. Buat Konsep Penyusunan

alihamdan.id

Setelah tema disetujui dan data-data diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah menyusun konsep TA atau biasa disebut proposal --ada juga yang menyebutnya outline. Konsep ini dibutuhkan karena pada saat penilaian atau sidang (untuk skripsi), ada beberapa dosen yang menilai TA berdasarkan kesesuaian antara proposal dengan TA. 

Selain itu, konsep ini juga akan menjadi garis besar apa yang akan dibahas dalam TA. Buatlah konsep semenarik mungkin, tulis semua gagasan yang ada di kepala. Kemudian konsultasikan konsep TA kepada dosen pembimbing.

4. Ubah General ke Lebih Spesifik

Ilustrasi by http://www.edtpatips.com

Dalam menentukan ruang lingkup pembahasan, buatlah pembahasan yang general menjadi lebih spesifik. Jika objek penelitiannya luas (general), maka ruang lingkupnya harus dipersempit (spesifik). Hal ini demi mengantisipasi keterbatasan waktu pengerjaan TA. 

*Ruang lingkup harus rasional. Hilangkan ego dan hasrat untuk membuat TA yang panjang lebar, karena jika tidak mencukupi waktu yang terbatas, maka dampaknya fatal. 

Tetapi, jika objek penelitiannya terlalu sempit, maka pokok bahasannya perlu diperluas (digeneralisasi). Tujuannya agar tidak kehabisan bahan dan membuat TA tidak "kering" atau kurang berbobot. Sekali lagi, saran dari dosen pembimbing sangat dibutuhkan dalam hal ini.

5. Ingat Deadline Penyusunan TA

Entar (foto: belajarkompi.wordpress.com)
Ini cara paling penting dalam menyusun tugas akhir yang baik. Buatlah daftar pengingat deadline. Mulai dari apa saja yang harus diselesaikan lebih dulu, hingga kapan mengumpulkan TA. 

Daftar deadline ini yang akan menjadi acuan agar kegiatan penyusunan TA tidak tertunda terus-menerus. Terbiasalah mengerjakan sesuatu secara terus menerus, cicil sedikit demi sedikit. 

*Jangan mengerjakan TA hanya dua atau tiga minggu saja. Mungkin ada beberapa orang yang mengandalkan “the power of kepepet”, tapi akan lebih mendalam dan akurat jika dikerjakan lebih rutin. 

List deadline juga berfungsi untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan rencana. Dengan begitu, bisa mengambil alternatif lain untuk menyelesaikannya.

6. Anggarkan Biayanya

Ilustrasi by duniasulis.wordpress.com

Perdulilah pada anggaran penyusunan TA. Anggaran sangat penting karena berhubungan dengan mobilitas mahasiswa. 

Berikut beberapa hal yang sebaiknya dianggarkan:

- Biaya pengambilan data dan survey

Survey bisa dilakukan sekali atau dua kali, bahkan sampai berkali-kali, tergantung pokok pembahasan dan kemauan dosen pembimbing. Faktor jarak harus dipertimbangkan, karena berpengaruh terhadap ongkos perjalanan. 

- Biaya untuk Bertemu dengan Dosen Pembimbing

Beberapa dosen pembimbing terkadang ingin bertemu di luar kampus, misal di tempat makan. Akibatnya, perlu pengeluaran untuk membeli makanan atau minuman, atau paling tidak membayar parkir.

- Biaya kertas, print, jilid, dan lain-lain

Dalam penyusunan TA, revisi itu adalah hal biasa. Maka anggarkanlah biayanya. 

7. Siapkan Beberapa Aplikasi Pendukung 


Carilah aplikasi-aplikasi baik software maupun hardware yang bisa mendukung penyusunan TA. Misal perangkat scanner untuk mengkonversi data fisik ke gambar di komputer. Atau juga aplikasi pembaca gambar ke tulisan. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan jika harus mengetik ulang yang mungkin membutuhkan waktu yang lama.


8. Jaga Keharmonisan Dengan Dosen Pembimbing 


Jika penyusunan TA diumpamakan sebagai sebuah keluarga, maka dosen pembimbing adalah orang tuanya. Nasib penyusunan TA sangat tergantung kepada dosen pembimbing. Tetaplah menjaga hubungan yang harmonis dengan dosen pembimbing tersebut.

Bye bye (foto: http://ajizmantap.blogspot.com)


Demikian beberapa cara dan saran untuk menyusun Tugas Akhir yang baik. Berusahalah dan semangat! Jangan malas merencanakan, karena gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan.

Semua cara ini terinspirasi dari Aang Kunaefi, lewat tulisan blognya "BUAT YANG AKAN MENYUSUN TUGAS AKHIR"

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!