Bitcoin Masih Luar Biasa, Mau Main? - Tuminesia - Baru Juga Cerdas

Panas

Post Top Ad

20 February 2018

Bitcoin Masih Luar Biasa, Mau Main?

Bitcoin dan mata uang digital (cryptocurrency) belakangan kian populer di Indonesia. Sempat turun drastis pada Januari lalu, Bitcoin kini masih bertengger di harga Rp150.600.000 juta per koin, menurut pengamatan Tuminesia pada Senin (19/2/2018), pukul 17.00 WIB dari situs bitcoin.co.id. Dari data itu, terlihat bahwa Bitcoin masih luar biasa!

Mengapa saya menuliskan waktu pengamatannya begitu detil? Karena harga Bitcoin (BTC) begitu fluktuatif. Tidak sampai semenit, harganya sudah naik Rp100 ribu. Begitulah cepatnya pergerakan cryptocurrency, yang diklaim mata uang masa depan.


CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Dermawan, mengklaim bahwa cryptocurrency adalah pencapaian luar biasa di bidang teknologi. Sebelumnya, pendapat senada juga diutarakan pendiri Microsoft, Bill Gates.

Perlu diketahui, BTC memang berhasil membuat banyak orang mendadak kaya. Namun tidak sedikit juga yang bangkrut habis-habisan, karena terlalu tidak sabaran atau memang sial nasibnya.

Menurut Oscar, ada beberapa alasan yang membuat mata uang digital berbeda dengan versi konvensional. Salah satunya, BitCoin dan mata uang digital lainnya memanfaatkan sistem yang bisa berjalan tanpa bergantung kepada server yang terpusat. Selain itu, seluruh transaksinya terverifikasi secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Semua faktor itu, membuat transaksi Bitcoin dan mata uang digital lainnya tak akan terganggu. Selain itu, nominal harganya pun tak bisa dimonopoli karena tak terpusat.

Peredarannya juga terdata oleh algoritma blockchain, yang memungkinkan setiap pengguna dapat mengawasi atau melihat total pasokan uang digital yang beredar. "Karena servernya terdesentralisasi (tidak terpusat) sehingga tidak ada yang mampu mencurangi/mengubah data transaksi," lanjutnya.

Di Indonesia




Pada September 2017, harga Bitcoin masih sekira Rp20 juta. Saat itu, pemain uang digital masih sangat sedikit, bahkan tak sampai 10% jumlah transaksinya.

Kini, pemain Bitcoin terus meningkat. Bahkan sudah merembet ke mata uang digital lainnya seperti Ethereum, Ripple, dan Litecoin.

Rata-rata transaksi sekarang memang sudah bermain di angkat jutaan. Mengingat nilai Bitcoin yang sudah mencapai ratusan juta, sangat menentukan nilai-nilai mata uang lainnya.

Namun, kesempatan masih sangat terbuka lebar bagi Anda yang mau bermain di dalamnya. Namun sebelum bermain, ada baiknya Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan cryptocurrency berikut ini:

1. Fluktuasinya Sangat Ekstrem


Salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan melakukan jual-beli di platform trading online. Hal itu perlu dilakukan dengan waktu yang tepat, sesuai pergerakan nilai market.

Jika turun, jangan dijual, jika naik sebaiknya dijual. Tapi untuk membeli, sebaiknya saat harga sedang turun-turunnya.

Tapi.....

Fluktuasi harga Bitcoin sangatlah cepat. Misalkan, jika hari ini harga Bitcoin Rp150 juta, maka bisa saja harganya anjlok hingga Rp100 juta per Bitcoin. Fluktuasi harga ekstrem inilah yang menjadi salah satu risiko yang mesti diwaspadai calon trader.

2. Transaksinya Ilegal di Indonesia


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah berjanji akan menindak tegas pelaku jasa keuangan yang melakukan transaksi pembayaran menggunakan uang digital. Pemerintah menyatakan alat pembayaran satu-satunya yang sah di Indonesia adalah rupiah.

Hal itu merujuk pada ketentuan Undang-Undang No. 7/2011 tentang Mata Uang. Regulasi ini berbunyi bahwa setiap transaksi pembayaran atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang yang dilakukan di wilayah Indonesia, wajib menggunakan Rupiah.

Meski sebelumnya sudah ada tempat yang menerima mata uang digital, tapi kini mereka tak lagi mau menerimanya. Keputusan itu terpaksa diambil karena akan berisiko buat pengguna maupun pelaku jasa Bitcoin itu sendiri.

Pelarangan penggunaan uang virtual sebagai alat transaksi itu pun disetujui oleh CEO Bitcoin Indonesia sendiri. Oscar Darmawan mengakui alat pembayaran yang sah satu-satunya di Indonesia adalah rupiah.

Menurutnya, Bitcoin hanyalah aset digital yang bisa dimiliki seseorang, bukan merupakan alat pembayaran.

3. Rawan disalahgunakan

Popularitas Bitcoin di Indonesia perlahan terus dikenal dan banyak diminati. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, misal Teroris atau bandar narkoba.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sendiri telah menyoroti hal tersebut. Ia mengatakan agar uang virtual tersebut tidak dijadikan instrumen investasi, karena khawatir dimanfaatkan untuk transaksi ilegal dan pencucian uang.

Misalnya kalau ada seorang koruptor kelas kakap menggunakan hasil uang korupsinya buat beli Bitcoin. Tentu aja tak ada yang curiga kalau si koruptor beli Bitcoin tersebut dari hasil korupsi. Hal itulah yang masuk ke dalam tindak pencucian uang.

4. Aturan Pajaknya Tak Jelas

Ditjen Pajak kekeuh meminta agar keuntungan dari transaksi atau investasi Bitcoin tetap dikenakan pajak. Setiap keuntungan, menurut mereka, merupakan penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan (PPh).

“Sesuai (sistem) self assessment, maka wajib pajak melaporkan penghasilan tersebut dalam Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan dan membayar pajak,” kata Hestu Yoga Saksama, selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak.

Itulah beberapa risiko dan sedikit pembahasan mengenai investasi Bitcoin.

Intinya, setiap investasi pasti ada risikonya. Tugas Anda adalah memahami dan mengerti betul dampak dari risiko tersebut, sehingga bisa berinvestasi dengan penuh perhitungan.

Kalau takut risiko tinggi dan uang hilang, jangan investasi Bitcoin. Anda bisa coba deposito atau reksadana pasar uang.

Tapi kalau ingin untung besar dan tak perlu ribet dengan masalah instrumen investasi, ya Anda bisa mencobanya. Bitcoin Masih Luar Biasa, Mau Main?

Sumber: Duitpintar , CNN

No comments:

Post a Comment

Yuk berikan sudut pandangmu soal bahasan ini!